Jadi kebanggaan Jokowi kini Waduk Pluit ditumbuhi eceng gondok

Tanaman liar tumbuh menutupi hampir setengah waduk yang memiliki total luas 80 hektare.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jadi kebanggaan Jokowi kini Waduk Pluit ditumbuhi eceng gondok
waduk pluit. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Kondisi Waduk Pluit kini tak lagi terawat, terbukti waduk yang jadi kebanggaan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tersebut ditumbuhi tanaman eceng gondok. Tanaman liar tumbuh menutupi hampir setengah waduk yang memiliki total luas 80 hektare.Selain eceng gondok, hampir di sepanjang bantaran waduk dipenuhi tumpukan sampah dan lumpur. Ketika merdeka.com meninjau lokasi waduk, terlihat satu ekskavator bertipe long mangkrak akibat tidak ada satu pun pekerja Dinas Kebersihan DKI Jakarta.Pembersihan eceng gondok juga terbilang ala kadarnya. Salah satu pedagang minuman di bantaran waduk, Ani (49) menuturkan pembersihan eceng gondok sudah berhenti dua minggu ini. Terakhir, petugas membersihkan dengan menggunakan perahu motor."Karena kapal motornya ada dua unit, jadi ada delapan petugas yang saat itu mengangkat eceng gondok," kata Ani.Sebelum menjadi kebanggaan, dulu waduk Pluit kumuh dengan bangunan liar yang tumbuh subur. Berikut perjalanan normalisasi waduk Pluit hingga menjadi kebanggaan Jokowi dan warga Ibu Kota:

Bentrok warga dengan aparat gabungan

Sejak April tahun 2013, sudah muncul konflik terkait program normalisasi Waduk Pluit. Warga melawan saat petugas berusaha menggusur mereka. Kala itu, warga mengaku belum menerima sosialisasi penggusuran ratusan rumah di bantaran Waduk Pluit, dan uang ganti rugi bangunan."Pas sekitar jam 10.00 WIB, tahu-tahu pagar pembatas sudah dirobohkan alat berat (bego). Padahal banyak juga anak-anak di depan rumah," kata salah satu warga Saindah (58) kala itu.Ratusan warga bertahan di pinggir waduk, ada yang melempari alat berat, wanita nekat bertelanjang dada menghadang Brimob, hingga menyiram Satpol PP dengan bensin dan molotov.

Jokowi dipanggil Komnas HAM

Komnas HAM bereaksi dengan cara Jokowi menggusur warga waduk Pluit. Mereka menilai ada perbedaan yang dilakukan Jokowi ketika merelokasi warga Waduk Pluit dengan PKL di Solo. Komnas HAM akhirnya memanggil Jokowi."Sampai sekarang enggak ada dialog sama sekali. Padahal waktu Jokowi merelokasi PKL di Solo bisa dengan makan malam sampai 60 kali," ujar komisioner Komnas HAM, Siane Indriani kala itu.Menurut Siane, dari laporan warga belum pernah ada dialog antara Pemprov DKI Jakarta dengan warga bantaran yang sudah mendiami kawasan waduk Pluit lebih dari 10 tahun.

Relokasi 17.000 KK

Selama normalisasi Waduk Pluit, Jokowi menargetkan merelokasi sedikitnya 17.000 KK. Dalam perkembangannya, rencana relokasi berlanjut pada 6.000 KK yang berada di sisi timur waduk."Itu sudah kesepakatan Pak Gubernur, kalau Rusun sudah jadi maka warga baru direlokasi," ucap Wali Kota Utara Bambang Sugiyono, September 2013.

Jokowi resmikan taman Waduk Pluit

Pada perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2013, Jokowi meresmikan Taman Waduk Pluit. Sebagai simbolik, Jokowi menandatangani batu prasasti taman. "Ini bisa dipakai untuk taman rekreasi, taman bermain anak-anak, juga nanti ada juga panggung seni budaya. Jadi nanti ini jadi miliknya masyarakat," kata Jokowi.Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tetap merawat taman ini. Sebab menurutnya, taman ini nantinya akan sepenuhnya digunakan oleh masyarakat.

Waduk Pluit dipenuhi Eceng Gondok

Terbaru, pemandangan kumuh terlihat kembali di Waduk Pluit, Jakarta Utara. Di waduk seluas 80 hektare tersebut yang seharusnya di penuhi air, hampir separuhnya justru dipenuhi tanaman air jenis eceng gondok.Selain itu, dari pantauan merdeka.com, juga terlihat ada salah satu ekskavator bertipe long mangkrak akibat tidak ada satu pun pekerja kebersihan DKI Jakarta. Bahkan, di Waduk Pluit tersebut juga dipenuhi sampah dan lumpur.Wali Kota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono berencana mendatangkan 1 unit alat mesin penghancur eceng gondok seharga Rp 2 miliar Juni nanti."Selama dua bulan alat ini akan beroperasi mencacah eceng gondok di Waduk Pluit. Saya juga telah berkoordinasi dengan PT Pelindo, mereka tertarik untuk menyumbang alat itu," kata Heru, Rabu (21/5).

Rekomendasi