Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan kampung deret Pademangan Timur, Cilincing, Jakarta Utara. Dalam peresmian tersebut, Jokowi bercerita awal rencana pembangunan kampung deret."Dengan ini, Kamis, tanggal 8 Mei 2014, Kampung Deret Cilincing diresmikan," ujar Jokowi, Kamis (8/5).Jokowi cerita saat itu banyak warga yang menolak untuk dibangun kampung deret dan direnovasi rumahnya. Selain itu, lanjut dia, setiap rumah diberikan dana sebesar Rp 54 juta untuk merenovasi rumahnya."Tahun kemaren waktu kita mau rubah kampung deret. Siapa yang mau daftar? Pada takut kan soalnya pada mikirnya digusur. Padahal mau diperbaiki. Satu rumah dapet Rp 54 juta jadi rumah bagus," kata Jokowi."Setelah melihat hasilnya, banyak yang marah ke saya. Saya kok tidak diberi Pak? Padahal dulu dia yang nolak. Tapi di Cilincing ndak kayak gitu. Mungkin di tempat lain," lanjut dia.Mantan wali kota Solo ini menegaskan jalan yang dulunya kumuh menjadi bagus setelah adanya program kampung deret. Jokowi berharap nantinya di Jakarta tidak ada kampung kumuh lagi. "Semoga di Jakarta tidak ada kampung kumuh lagi," kata dia.Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Jonathan Pasodung mengatakan kampung deret Cilincing baru dibangun sebanyak 40 rumah pada tahun 2013. Tahun ini, kampung deret Cilincing akan dibangun lagi sebanyak 70 rumah dengan APBD 2014."Kondisi Cilincing ini dulunya kumuh dan berantakan sekali. Sekarang semuanya telah rapi dan bagus seperti saat ini. Tahun 2014 kita banyak mengusulkan untuk dibangun di 14 RW di Jakut yaitu 1802 rumah," kata Jonathan.
Resmikan kampung deret, Jokowi sebut dulu ditolak kini disambut
"Setelah melihat hasilnya, banyak yang marah ke saya. Saya kok tidak diberi Pak?" kata Jokowi.
Advertisement