Sri Hartini, Kepala Sekolah 09 Makasar, Jakarta Timur, sempat tak sadarkan diri ketika mendengar kabar bahwa Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akan mendatangi sekolahnya. Kedatangan orang nomor satu DKI Jakarta ini, untuk mengetahui langsung kasus meninggalnya Renggo, siswa kelas V yang tewas akibat dianiaya kakak kelasnya, SY (13)."Tadi sempat pingsan mungkin saat mendengar kabar pak Gubernur mau ke sini," kata Nasrudin, Kasudin Dikdas Jakarta Timur, saat ditemui di SDN 09 Makasar, Selasa (6/5).Nasrudin menuturkan, meski telah siuman, hingga kini kondisi Sri belum stabil dan masih terlihat terguncang. Apalagi saat dia dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk dicantumkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)."Sekarang ada pihak Dinas Pendidikan DKI yang BAP guru kelas, tapi untuk Kepala SDN 09 belum bisa di-BAP karena masih shock. Kemungkinan nunggu kondisinya fit dan siap" tuturnya.Lebih lanjut, Nasrudin mengatakan, Sri sempat mengiba kepada dirinya agar tidak dicopot karena kelalaiannya yang menyebabkan Renggo tewas. Menurutnya, Sri pun mengaku siap bertanggung jawab atas kematian Renggo."Saya katakan ketika jadi masalah jangan jadi obyek tapi subyek. Kasus ini harus dihadapi dan menjadi pelajaran," katanya.Jokowi tiba di sekolah bersama Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar (Kasudin Dikdas) Jakarta Timur Nasrudin, Wali Kota Jakarta Timur Krisdianto, dan Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Mulyadi Kaharni, Sri belum juga sadarkan diri.Sebelumnya, di rumah duka, usai mendengar penjelasan keluarga Renggo, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo ( Jokowi ) memerintahkan Nasrudin untuk mencopot Kepala Sekolah SDN 09 Makasar, Jakarta Timur, Sri Hartini, atas kasus ini."Kepala sekolah harus bertanggung jawab, saya perintahkan untuk dicopot," kata Jokowi .
Didatangi Jokowi, Kepala SDN 09 Makasar pingsan
"Tadi sempat pingsan mungkin saat mendengar kabar pak Gubernur mau ke sini," kata Nasrudin.
Rekomendasi