Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pengosongan terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan dari layanan bus-bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dalam waktu sepekan. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan pendekatan kepada pemilik perusahaan otobus dan pedagang yang berada di sekitar Lebak Bulus.Kepala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, pendekatan ini dilakukan agar mereka mau mengosongkan terminal dengan sukarela dan tanpa paksaan, sehingga tidak terjadi tindakan keras dari banyak pihak yang menentang penutupan terminal tersebut."Kita sedang pendekatan, bukannya kita diam-diam saja. Dulu tidak kita lakukan karena massanya masih banyak. Kita tidak usah bicara penutupan, tetapi pengosongan terminal. Saya tidak mau pakai cara ditekan," ujar Pristono dalam acara peluncuran bus tingkat wisata di depan Hotel Kempinsky Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (16/01).Pristono menegaskan pendekatan tersebut dilakukan untuk memindahkan pedagang ke pasar-pasar terdekat. Kemudian, penjual tiket yang tidak ada hubungannya dengan PO akan dibicarakan melalui PO. "Jadi posisi Pemprov hanya memediasi antara PO dan penjual tiket," jelas dia.Pristono menambahkan bus-bus AKAP nantinya akan dialihkan di terminal Kalideres, Pulo Gadung dan Kampung Rambutan sesuai dengan arahan yang dilakukan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat. Langkah pendekatan tersebut telah berhasil mengalihkan banyak PO bus AKAP yang dari awalnya 135 PO sekarang tinggal 15 PO yang masih bertahan."Sekarang kita lakukan penegakan hukum (law enforcement) kepada bus-bus AKAP, agar tidak masuk ke dalam Terminal Lebak Bulus. Mereka diawasi dari Tol TB Simatupang. Insya Allah tertib, kalau melanggar kita tindak secara hukum," pungkas dia.
Dishub jamin sepekan lagi Terminal Lebak Bulus bebas AKAP
Dari 135 PO, saat ini tinggal 15 PO yang masih bertahan.
Rekomendasi