Kadis Perumahan DKI akui Ahok Center sebagai mitra kerja

Ia mengaku, keberadaan Ahok Center hanya sebagai pengawas pendistribusian barang furniture dan perlengkapan dapur.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Kadis Perumahan DKI akui Ahok Center sebagai mitra kerja
Ahok Center. ©2013 Merdeka.com

Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Jonathan Pasodung mengakui menuliskan Ahok Center sebagai mitra kerja CSR Kesejahteraan Sosial (CSR Kessos) yang tercatat dalam Laporan Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Dunia Usaha Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2013 Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI. Ia mengaku melakukan hal itu berdasar fakta di lapangan."Saya iya (tulis), menurut fakta di lapangan," ujar Jonathan di Balaikota Jakarta, Jumat (16/8).Ia mengaku, keberadaan Ahok Center hanya sebagai pengawas pendistribusian barang furniture dan perlengkapan dapur ke Rusun Marunda untuk korban banjir Waduk Pluit. Hal ini untuk mencegah hilangnya barang-barang, sehingga butuh lembaga yang bertugas khusus mengawasi pendistribusian itu."Jadi itu barang masuk ke Pemprov. Pemprov distribusikan barang. Ini sebagai bentuk transparansi. Kenapa hanya perumahan yang memberikan bantuan dari dinas, ya dari relawan itu. Yang perlu dicatat, yang disebut Ahok Center itu bukan mengambil CSR dari luar, tapi mengawasi pendistribusian. Mengawasi saja bantuan ke dinas perumahan. Saya belum pernah dengar Pak Wagub bilang Ahok Center, cuma sebut relawan," jelasnya.Sedangkan, bila mitra resmi sebenarnya harus memiliki MoU dengan Dinas Perumahan. Namun, dengan Ahok center hanya spontan di lapangan."Tapi kalau ini kan spontan di lapangan. Termasuk wartawan memberikan input untuk pengawasan pendistribusian itu, ya, kita welcome saja," jelasnya.Ia menerangkan, saat banjir melanda warga bantaran Waduk Pluit, Gubernur dan Wakil Gubernur meyakinkan warga agar mau direlokasi ke Rusun dengan fasilitas lengkap. Oleh karenanya, kedua pemimpin tersebut mencari bantuan dengan memanfaatkan CSR.Kemudian, saat warga menghuni rumah susun, ternyata banyak calo, sehingga perlu ada pengawasan. Jika tidak, ditakutkan barang-barang seperti kulkas, kompor tidak tersalur tepat sasaran."Nah pada saat itu, menurut kita siap dalam memberikan pertolongannya. Ada tim independen yang mengawasi itu, ya kita serahkan saja," ucapnya.

Rekomendasi