Ahok Center anggap Kadis Perumahan salah omong

Ahok Center berhubungan langsung dengan Jokowi dan Ahok.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Ahok Center anggap Kadis Perumahan salah omong
Ahok Center. ©2013 Merdeka.com

Kepala Dinas Perumahan Jonathan Pasodung dianggap salah omong oleh Koordinator Ahok Center, Natanael Oppusung. Menurut Natanael, menyebut Ahok Center sebagai mitra kerja CSR Kesejahteraan Sosial (CSR Kessos) yang tecatat dalam laporan pelaksanaan tanggung jawab sosial dunia usaha bidang kesejahteraan sosial Tahun 2013 di Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI tidak benar."Kita dianggap mitra kerjanya itu salah. Pak Faisal Basri komentar juga, ya itu enggak tahu aja. Sebagai mitra kerja itu mungkin salah sebut saja Pak Jonathan, kita hanya ngebantu ngawasin. Lha kenapa Pak Jonathan bilang gitu, ya mereka membantu kami kok dari awal masyarakat untuk tempati rusun," ungkap Natanael saat ditemui di kantor Ahok Center yang berada di lantai dasar Apartemen Juanda Jakarta, Kamis (15/8).Menurut dia, Ahok Center yang bernama asli Centre For Democrazy Transparancy (cdt) hanya mengatakan akan membantu mengawasi saat pembagian barang untuk hunian Rusunawa Marunda dari bantuan CSR. Hal tersebut untuk antisipasi penyalahgunaan oleh Dinas Sosial atau pihak lain."Saya ngebantunya cuma ketika pembagian barang, mengawasi, lihat disalahgunakan sama dinas sosial atau orang main ambil saja. Kita bantu saja kontrol itu kan. Bu Ika (Kasudinsos Jakut) juga tahu," terangnya.Natanael yang juga mengurusi perusahaan Ahok di bidang material berupa pasir ini mengaku Ahok Center tidak berhubungan dengan CSR langsung. Namun, berhubungan dengan Jokowi atau Ahok."Hubungannya sama Pak Jokowi sama Pak Ahok. Cuma kalau dinas mau kasih bantuan ke warga, maka Pak Ahok yang kasih tahu, eh ada yang mau masuk noh di Bu Ika 100. Ya di cek ke Bu Ika, Bu Ika ya lapor ke saya, ini ada yang mau masuk nih, kita mau bagi-bagi nih ke warga. Kan sekarang mau lihat barangnya ada di Marunda, ada di situ," terangnya.Pria yang bekerja selama 12 tahun dengan Ahok ini mengatakan hanya mendapatkan tugas untuk mengawasi Rusunawa Marunda saja. Sebab, Rusunawa Marunda merupakan pilot project untuk Rusun. "Saya disuruh ke Marunda saja, karena project-nya rumah susun, pilot projectnya di sana itu, di Marunda," katanya.Saat ditunjukkan data tentang adanya keterangan mitra kerja dengan Ahok Center, Natanael malah melihat perusahaan-perusahaan CSR yang memberi bantuan. Ia pun membenarkan ada PT Landmark yang memberikan bantuan."Enggak ada ini mitra kerjanya. Oiya ini Landmark ngasih, itu dari Dinas Sosial. Kita dikasih Bu Ika lagi. Pak Nael, kita dapat bantuan ini, karena ada orang saya di sana ngebantuin juga ngebagi-bagiin," terangnya.Bahkan, ia mengaku data laporan dari Dinas Perumahan yang diterima BPKD kurang banyak. Sebab, menurut data yang ada di Kasudin Jakut, perusahaan pemberi dana CSR berupa barang ada banyak. "Ini bener, tapi kurang banyak kalau minta Bu Ika ini lebih banyak lagi. Nggak ada lebih lengkap, kurang up date itu, harusnya lebih banyak itu," katanya.Ia mengaku diinstruksikan langsung oleh Ahok untuk mengawasi Rusunawa Marunda. Karena tugasnya hanya membantu mengawasi jangan sampai orang mengambil dua kali atau lebih. "Iya Pak Ahok yang perintahkan saya," katanya.Sementara itu, ditemui terpisah Ahok mengatakan jika Natanael secara resmi diangkat sebagai pengawas Rusunawa Marunda. Pengangkatan tersebut saat ramai-ramai kasus Rusunawa Marunda. "Natanael itu diangkat resmi lho. Jangan salah," ucap Ahok di balai kota.

Rekomendasi