Warga Warakas pendukung lurah kini tak ingin lawan Jokowi

Ketika disinggung soal usaha ilegal Mulyadi yang menyewakan unit usaha di rusun Marunda, warga tak mengetahui hal itu.

Pramirvan Datu Aprillatu
Warga Warakas pendukung lurah kini tak ingin lawan Jokowi
Tanda tangan warga Warakas. ©2013 Merdeka.com

Teli (43), orang yang memprakarsai gerakan tanda tangan warga Warakas untuk mendukung Lurah Mulyadi dalam menentang lelang jabatan yang digulirkan Jokowi, melunak. Kini dia berdalih pengumpulan tanda tangan warga Warakas bukan aksi untuk melawan kebijakan Jokowi."Dari pertama kita tak pernah berniat mendukung Lurah Warakas untuk melawan Jokowi, yah sekarang siapa yang ingin melawan pimpinan kita (Jokowi), mosi kita sejak awal dukung kinerja Lurah," kata Teli kepada merdeka.com, Jakarta, senin (6/5).Teli malah berharap Jokowi bisa mengunjungi lingkungan dan melihat perkembangan Kelurahan Warakas saat ini di bawah kepemimpinan Lurah Mulyadi. Apalagi pada pemilihan Gubernur DKI tahun lalu, warga Warakas menyumbang suara banyak untuk mantan walikota Solo itu."Kita berharap, Jokowi bisa blusukan ke Warakas untuk lihat perkembangannya sekarang ini, dulu tempat kami dikenal karena lingkungannya ramai narkoba, sekarang bisa dilihat sudah sedikit sekali, terakhir juara 2 se tingkat DKI soal lingkungan," imbuhnya.Ketika disinggung soal usaha ilegal Mulyadi yang menyewakan unit usaha di rusun Marunda, Cilincing, Tanjung Priok, warga tak mengetahui hal tersebut. "Kalau soal sewa unit rusun, saya tak pernah tahu," ujarnya.Sebelumnya, belasan warga Warakas memberikan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10x50 cm. Spanduk berisi dukungan tersebut sudah terpampang di kantor Kelurahan Warakas.Sebagian tulisannya warga mengomentari polemik yang terus berkembang seperti, 'Jangan macam-macam dengan Warakas', 'Kebijaksanaan yang tidak bijaksana', 'Dukung Pak Mulyadi', 'Lurah bukan barang rongsokan yang bisa dijual bebas', 'Saya dukung Pak Mulyadi Lurah Warakas', hingga bertuliskan 'Mulyadi Lurah wong cilik'.

Rekomendasi