Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengeluarkan curahan hatinya saat menemui para buruh. Dia mengatakan, siap menanggung kesalahan dan menjilat ludah sendiri karena tidak ingin warga merasa kesulitan."Kami terpaksa jilat ludah kami, karena kami tidak ingin orang susah. Kita mau persentase berapa banyak. Saya dan gubernur dipilih 52,8 persen. Tapi keputusan tetap 100 persen," kata Ahok, sapaan akrabnya di Balai Kota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (4/3).Ahok mengatakan hal itu pada para buruh yang berdemonstrasi menuntut PT Hasolindo menjalankan keputusan upah minimun provinsi (UMP) 2013. Saat itu, buruh mempertanyakan hasil audit keuangan PT Hasolindo yang diajukan bersama surat penangguhan UMP melalui Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta."Masalah audit akuntan publik cuma dari salah satu buah pihak," ujar perwakilan buruh Toto Susilo saat pertemuan dengan Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (4/3).Mendengar hal tersebut, mantan Bupati Belitung Timur ini langsung memuncak emosinya dan balik meminta laporan keuangan organisasi yang menaungi buruh, seperti Konfederensi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Sebab, Ahok ingin menerapkan keadilan, tidak hanya perusahaan tetapi organisasi serikat buruh juga."Kalau bapak ingin kami periksa semua, ya kami butuh waktu enam bulan paling cepat tiga bulan. Saya mau bela 225 ribu orang," katanya."Silakan bapak audit, kalau bapak mau cari untuk audit. Kami minta semua organisasi diperiksa juga. Jerih payah buruh dilarikan kemana saja, saya ingin tahu jadi adil," ungkap Ahok meluap-luap.Politikus Gerindra ini mengatakan setiap sen yang dipungut dari buruh untuk anggaran organisasi buruh wajib diaudit."Saya minta bapak laporkan juga. Ini kondisi yang saya hadapi. Saya minta satu sen yang diterima dari kaum buruh harap dilaporkan. Ini sudah organisasi sudah tiga tahun, kalau enggak bisa bapak dianggap pungli," ancam Ahok.
Ahok: Kami terpaksa jilat ludah sendiri
Di hadapan buruh yang menuntut keputusan soal UMP 2013 dilaksanakan, Ahok curhat jika dirinya siap disalahkan.
Advertisement
Rekomendasi