Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi kasus bayi gizi buruk yang meninggal saat tidak tertolong di RSCM, harusnya ke rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sebab, RSCM kewenangan Kemenkes."RSCM kan Kemenkes ya. Tapi saya juga bingung kalau dia orang Jakarta, harusnya dia tidak langsung rujuk ke RSCM. (RS) Kita kan lebih banyak, ada NICU segala macam," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (26/2).Oleh karenanya, sistem online sangat dibutuhkan untuk memperoleh informasi rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan bagi pasien. Pasalnya, rumah sakit tidak dapat mencarikan data mengenai rumah sakit secara manual."Tapi harusnya kalau semua puskesmas baik, pelayanan kesehatan masyarakat dengan baik, posyandu balita dengan baik, kita bisa enggak ada gizi buruk," terangnya.Gizi buruk itu, menurut Ahok harus penting menggerakkan Posyandu bagi balita. Sehingga fungsi RT RW harus kuat."Yang penting posyandu balita kita harus kuat, makanya RT RW harus kuat. Sehingga kenapa kita bilang, kita mau lelang lurah, karena itu,"katanya.Politikus Gerindra ini mengaku gizi buruk membutuhkan waktu, maka hal utama yang paling penting RT RW dapat menerapkan fungsi posyandu. Dia pun mempertanyakan peran RT yang mengurus 30 rumah tangga tidak dapat mengetahui persoalan gizi buruk."Tapi kalau memang dia sudah sakit, tidak mau makan, ya lain lagi kasus gizi buruknya. Harusnya kan kalau dia sakit mesti diinfus. Di RS diinfus bisa makan," jelasnya.Ahok pun nanti akan meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk mengecek kejadian tersebut. Sebab, persoalan tersebut harusnya dapat dilarikan ke RSUD.Peran Posyandu sebenarnya untuk balita dan manula. Sehingga, mereka harus mencari posyandu di setiap wilayah yang memiliki timbang bayi. "Nah ini harus digalakkan," tandasnya.
Ahok sebut bayi meninggal di RSCM urusan Kemenkes
Gizi buruk itu, menurut Ahok harus penting menggerakkan Posyandu bagi balita. Sehingga fungsi RT RW harus kuat.
Advertisement
Rekomendasi