Kasatlantas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Wong Niti Harto Negoro meminta pemberitaan tentang mahasiswi Universitas Indonesia Annisa Azward (20) yang loncat dari angkot KWK-U 10 yang dikendarai Jamal bin Samsuri (37) jangan didramatisir. Apalagi sampai membuat takut warga lainnya bepergian menggunakan angkot."Artinya jangan didramatisir permasalahan ini, sehingga terjadi justifikasi masyarakat, sehingga masyarakat jadi phobia menggunakan angkot," kata Wong Niti di kantor Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (12/2).Saat ini, lanjut Wong Niti, polisi masih melengkapi administrasi kasus yang mengakibatkan Annisa loncat dari angkutan KWKU 10 jurusan Sunter-Muara Angke, pada Rabu (6/2) lalu."Nanti baru kita memberikan kepada penuntut atau kejaksaan, legalitas pekerjaan kami sesuai dengan penegakan hukum yang ada," ujarnya.Dia mengatakan, kasus Jamal resmi pelanggaran laka lantas. Namun proses hukumnya masih terus dijalankan."Ini berbahaya, supaya masyarakat tidak takut naik angkot," imbuh Wong Niti.Mengenai status Jamal sebagai sopir KWK, Wong Niti belum mau menjelaskan, apakah pria yang sudah menjadi sopir lebih dari 20 tahun ini merupakan sopir tembak atau resmi."Itu untuk sopir tembak atau resmi, itu tidak ada acuannya itu menyangkut di tempat dia di Organda atau di Dishub. Yang kita lihat dari sini adalah kelalaian itu sendiri," jelasnya.
Polisi: Masyarakat jangan sudutkan sopir angkot KWK 10
Warga juga diminta tak phobia naik angkot pasca kejadian yang menimpa mahasiswa UI, Annisa Azward.
Baca Juga
Polisi: Penangguhan Jamal sesuai KUHAP