Kasus terbakarnya Nissan Juke usai menabrak tiang reklame, di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3) silam masih menimbulkan tanda tanya yang besar bagi keluarga korban tewas, Olivia Dewi (17).Pihak keluarga Olivia menuding bahwa Nissan telah memasarkan produk gagal untuk mobil secanggih seperti itu. Sangat aneh jika terjadi benturan langsung menghanguskan mobil tersebut.Keluarga pun masih berharap terhadap satu laporan lagi yang dibuat ke Polda Metro Jaya tanggal 12 April 2012. Saat itu, keluarga melaporkan Nissan Group atas dugaan adanya kerusakan produksi pada mobil yang dipakai Olivia."Untuk kasus dugaan adanya cacat produksi pada Nissan Juke masih ditelusuri hingga saat ini. Tapi untuk membuktikan itu cacat produksi atau tidak butuh waktu yang sangat lama. Apalagi harus ada uji produk yang biayanya tidak murah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, kepada wartawan, Kamis (9/8).Ditambahkan Rikwanto, kasus ini membutuhkan pembahasan mendalam. Sejumlah pihak, lanjutnya, sudah diperiksa sebagai saksi yakni pihak keluarga Olivia dan Nissan Group."Nissan sudah dipanggil untuk menjelaskan soal spesifikasi dari Nissan Juke," ucap Rikwanto.Selain itu, Joe Sebastian, teman Olivia sekaligus korban selamat dalam peristiwa nahas itu juga sudah diperiksa penyidik. Dalam waktu dekat, polisi juga akan memanggil Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebagai saksi ahli."Pembahasan kasus ini harus sangat detil dan teknis. Harus diketahui jika tabrakan sebesar apa akan menyebabkan dampak kerusakan berapa persen. YLKI punya tenaga ahli soal ini, sehingga perlu pandangannya," tutur Rikwanto.Menurut Rikwanto, polisi juga masih belum dapat menyimpulkan mengapa Nissa Juke bisa terbakar. Penyidik juga masih meneliti kebocoran bensin yang terjadi pada mobil Olivia sehingga membuat mobil hangus dilalap api. "Kami minta keluarga sabar, karena kami masih memprosesnya," paparnya.
Polisi: Kasus Nissan Juke, harus ada uji produk
Untuk membuktikan ada cacat produksi, kepolisian harus melakukan uji produk yang biayanya tidak murah.
Advertisement
Rekomendasi