Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyesalkan kekalahan pasangan cagub Alex Noerdin-Nono Sampono pada Pilgub DKI. Akbar buka rahasia bahwa penetapan Alex-Nono tidak sesuai dengan sistem di internal Partai Golkar. Pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono bahkan kalah dengan perolehan suara calon independen Faisal Basri-Biem Benyamin dalam quick count versi berbagai lembaga survei."Memang penetapan Alex jadi calon dari Golkar tidak sejalan dengan sistem yang sudah terbangun, yakni survei. Kami tidak tahu apa survei Alex bagus. Tahu-tahu sudah ada nama Alex. Tapi tentu mungkin ada pertimbangann khusus untuk memilih Alex," kata Akbar saat dihubungi wartawan di DPR, Jakarta, Kamis, (12/7).Tetapi rupanya, pertimbangan khusus itu malah meruntuhkan Golkar. "Tapi pertimbangan khusus kalau tidak mendapat suara akhirnya malah membuat sedih," lanjutnya.Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mengingatkan, kekalahan yang dialami Alex merupakan warning bagi pencapresan Aburizal Bakrie pada 2014 mendatang."Ini warning bagi kepemimpinan partai dalam pencapresan, karena terdiri dari beberapa unsur seperti tim pemenangan pemilu di DPP, tapi muaranya akan kepada Ketua Umum Partai Golkar," tegas Akbar."Ini suatu pelajaran untuk menghadapi pilkada di waktu yang akan datang dan agenda politik lainnya," tegasnya.
Akbar: Alex-Nono tidak ditetapkan lewat sistem
Akbar buka rahasia bahwa penetapan Alex-Nono tidak sesuai dengan sistem di internal Partai Golkar.
Rekomendasi