Pakar Kesehatan Masyarakat, Hasbullah Thabrany meminta pasien Covid-19 tidak mementingkan diri sendiri atau egois. Permintaan ini terkait dengan kejadian seorang pasien pria mengamuk di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu, Jakarta.
"Perilaku pasien seperti itu merupakan indikasi bahwa tidak memahami dan hanya kenal diri sendiri walaupun sudah dibayarin sebetulnya. Kalau berobat Covid-19 kan dia nggk bayar. Kurang berterima kasih, selalu mempunyai suuzan pada sebagian orang, suuzan kepada pemerintah, suuzan pada tenaga kesehatan dan juga pada petugas," katanya saat dihubungi merdeka.com, Kamis (24/6).
Hasbullah mengingatkan, Indonesia menghadapi cobaan berat pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 ini membuat rumah sakit rujukan Covid-19 kolaps. Kondisi ini seharusnya bisa membuat pasien menahan diri.
"Marilah kita bertanggung jawab sebagai manusia, bertanggung jawab sebagai makhluk Tuhan yang mendapat cobaan. Lihatlah banyak orang lain yang mendapatkan cobaan lebih berat dan susah dari kita. Jangan hanya melihat diri kita seolah-olah kita dizalimi atau tidak puas," ujarnya.
Tak hanya pasien, Hasbullah juga memberi pesan bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19. Dia berpesan, tenaga kesehatan tidak mendiskriminasi atau melayani pasien dengan kasar.
Meski tenaga kesehatan dalam keadaan lelah, harus tetap memberikan pelayanan terbaik bagi pasien Covid-19.
"(Tenaga kesehatan) jangan berbicara kasar, kita capek memang tapi kadang-kadang kita lupa, kemudian keluar kalimat kita capek. Pasien dalam keadaan stres mendapat komentar yang mungkin juga tidak nyaman terbakar emosinya. Ini hal yang harus kita lakukan bersama-sama," ucap dia.
Advertisement
Pasien Mengamuk
Diberitakan sebelumnya, seorang pasien pria mengamuk di IGD RSUD Pasar Minggu. Kejadian itu diabadikan penghuni rumah sakit melalui kamera telepon genggam.
Dalam rekaman berdurasi satu menit terlihat petugas medis dibantu satpam berusaha menenangkan pasien dengan selang infus menempel di pergelangan tangan. Pasien tampak tidak mengenakan masker itu dipegang agar tidak berontak.
Bahkan, salah satu satpam menginstruksikan kepada temannya untuk mengambil borgol sambil coba menenangkan pasien yang berontak.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Bambang Handoko, membenarkan peristiwa itu terjadi di RSUD Pasar Minggu pada Selasa (22/6) kemarin.
"Terkait dengan informasi viralnya video sehubungan dengan pasien covid di RSUD Pasar Minggu yang mengamuk itu benar," kata dia saat dihubungi, Kamis (24/6).
Bambang menjelaskan, menurut keterangan Kepala Puskesmas (Kapuskes) Kecamatan Pasar Minggu, pasien memaksa untuk ditangani tim medis di ruang perawatan. Sementara, semua ruang perawatan pasien Covid-19 penuh.
"Kondisi RSUD Pasar Minggu saat ini sudah penuh tidak ada tempat lagi dan saat itu masuk pasien yang positif Covid-19. Mereka mengamuk karena mereka menginginkan kamar dengan segera sehingga terjadilah seperti orang untuk melarikan diri," ujar dia.
Bambang menerangkan, tim medis berpakaian APD dibantu dengan satpam menahan pria itu. Bahkan, kejadian itu mengakibatkan seragam yang dipakai satpam sampai robek.