Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Nyamuk Wolbachia Disebar di Jakarta untuk Tekan DBD, Dinkes: Perlu Didukung dan Jangan Percaya Hoaks<br>

Nyamuk Wolbachia Disebar di Jakarta untuk Tekan DBD, Dinkes: Perlu Didukung dan Jangan Percaya Hoaks

Kementerian kesehatan (Kemenkes) melepas nyamuk baik ber-Wolbachia untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. 

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama menyampaikan, nyamuk ber-Wolbachia akan memandulkan atau menghambat nyamuk Aedes Aegepty penular DBD agar tidak lagi membawa virus DBD DEN 1,2,3,4.

"DBD adalah neglected tropical disease dan sudah dinyatakan endemis di Indonesia. Sangat tidak seksi dan dianggap sebagai penyakit tidak berbahaya, padahal termasuk lima besar jumlah kasus penyakit menular wabah yang perlu dicegah," kata Ngabila dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (24/11/2023).

Menurut Ngabila, di DKI Jakarta pola kasus DBD selalu sama dari tahun ke tahun dan akan mulai naik pada Desember hingga puncaknya pada April. 

Nyamuk Wolbachia Disebar di Jakarta untuk Tekan DBD, Dinkes: Perlu Didukung dan Jangan Percaya Hoaks

"Biasanya, ada gap satu bulan sesudah puncak musim hujan maka DBD masih bisa ditemukan. Bahkan ada siklus kenaikan kasus/potensi KLB di DKI Jakarta per 3 tahun, tahun 2016, 2019, 2022,"

 ungkap Ngabila.

Nyamuk Wolbachia Disebar di Jakarta untuk Tekan DBD, Dinkes: Perlu Didukung dan Jangan Percaya Hoaks

Oleh sebab itu, dia menilai pelepasan nyamuk ber-Wolbachia perlu di dukung. Pasalnya, kata Ngabila inovasi ini ramah lingkungan, berbasis data dan bukti.

"Sudah diteliti UGM (Universitas Gadjah Mada) sejak 2011 dengan bukti publikasi ilmiah internasional yang sudah ada 80-90 persen menurunkan angka kasus, perawatan RS, dan penggunaan fogging," 

ujar Ngabila. 

Selain itu, implementasinya disebut sangat hati-hati. Terlebih, ujar Ngabila setelah inovasi ini berhasil diterapkan Kemenkes di Yogjakarta hingga bakal diperluas ke lima kota, seperti Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang.

"Wolbachia/nyamuk baik ini perlu terus didukung. Jangan mudah percaya hoaks dan provokasi," katanya.

Diketahui, Kemenkes saat ini tengah menerapkan inovasi teknologi Wolbachia untuk menurunkan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Diketahui teknologi Wolbachia telah teruji efektif di beberapa negara untuk mencegah Dengue.

Nyamuk Wolbachia Disebar di Jakarta untuk Tekan DBD, Dinkes: Perlu Didukung dan Jangan Percaya Hoaks

Sementara itu pilot project di Indonesia dilaksanakan di lima kota yaitu di Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang, dan Kota Bontang. Sejauh ini, Kemenkes telah menyebar nyamuk wolbachia di tiga kota yakni Semarang, Bontang, dan Kupang.

Diketahui keputusan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1341 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Implementasi Wolbachia sebagai inovasi penanggulangan dengue.

Mulai Disebar ke Alam, Ini Fakta-Fakta Nyamuk Wolbachia yang Bisa Bikin Aedes Aegypti Mandul
Mulai Disebar ke Alam, Ini Fakta-Fakta Nyamuk Wolbachia yang Bisa Bikin Aedes Aegypti Mandul

Nyamuk mengandung bakteri wolbachia mulai disebar ke lima kota di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kelebihan dan Kekurangan Nyamuk Wolbachia, Cara Alami Cegah Demam Berdarah
Kelebihan dan Kekurangan Nyamuk Wolbachia, Cara Alami Cegah Demam Berdarah

Nyamuk wolbachia adalah nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi oleh bakteri wolbachia, yang dapat menghambat perkembangan virus demam berdarah.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Bakteri Wolbachia, Solusi untuk Lumpuhkan Nyamuk Demam Berdarah
Mengenal Bakteri Wolbachia, Solusi untuk Lumpuhkan Nyamuk Demam Berdarah

Penggunaan bakteri Wolbachia adalah upaya untuk mengurangi kasus demam berdarah. Dengan cara alami ini, nyamuk akan sulit untuk berkembang biak.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kemenkes: Nyamuk Wolbachia Efektif Cegah DBD
Kemenkes: Nyamuk Wolbachia Efektif Cegah DBD

Kemenkes mengatakan Wolbachia dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk aedes aegypti.

Baca Selengkapnya icon-hand
PDIP Sebut Penelitian Nyamuk Wolbachia Salahi Aturan, Apalagi Jika Ada Hibah dari Asing
PDIP Sebut Penelitian Nyamuk Wolbachia Salahi Aturan, Apalagi Jika Ada Hibah dari Asing

Kemenkes telah menebar jentik nyamuk Wolbachia di lima kota endemis dengue di Indonesia sepanjang 2023. Nyamuk ini diyakini mampu menurunkan kasus DBD.

Baca Selengkapnya icon-hand
Peneliti UGM Bantah Nyamuk Wolbachia Jadi Senjata Pembunuh Manusia
Peneliti UGM Bantah Nyamuk Wolbachia Jadi Senjata Pembunuh Manusia

Nyamuk wolbachia diyakini bisa menekankan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Baca Selengkapnya icon-hand
Kemenkes: Wolbachia Bisa Bikin Nyamuk Penyebab DBD Mandul
Kemenkes: Wolbachia Bisa Bikin Nyamuk Penyebab DBD Mandul

Penggunaan nyamuk wolbachia diklaim lebih efektif dibandingkan dengan penanganan DBD melalui pengasapan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kemenkes Sebar Nyamuk Wolbachia di 5 Kota, Ini Daftarnya
Kemenkes Sebar Nyamuk Wolbachia di 5 Kota, Ini Daftarnya

Kemenkes menegaskan, penggunaan nyamuk wolbachia tidak menjadikan manusia sebagai kelinci percobaan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengukur Efektivitas Nyamuk Wolbachia Tekan Kasus DBD
Mengukur Efektivitas Nyamuk Wolbachia Tekan Kasus DBD

Kemenkes menebar jentik nyamuk mengandung bakteri wolbachia di lima kota di Indonesia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Beda Gaji PNS dan PNS 'Part Time', Lebih Besar Mana?
Beda Gaji PNS dan PNS 'Part Time', Lebih Besar Mana?

Mana lebih besar antara gaji PNS dan gaji PPPK atau biasa disebut PNS 'part time'

Baca Selengkapnya icon-hand