Ketua DPRD DKI Sebut Pj Gubernur DKI Jakarta Bisa Evaluasi RDP Peninggalan Anies

Prasetio menjelaskan evaluasi anggaran tersebut bergantung pada apakah program atau kebijakan bikinan Anies tersebut memungkinkan untuk dilanjutkan atau tidak. Nantinya, Pj Gubernur DKI Jakarta akan diajak membahas program yang ada dalam RPD buatan Anies itu.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ketua DPRD DKI Sebut Pj Gubernur DKI Jakarta Bisa Evaluasi RDP Peninggalan Anies
Ketua DPRD DKI Jakarta serahkan LHKPN. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menyatakan kemungkinan evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap Rencana Pembangunan Daerah (RPD) gagasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditangan Pejabat (Pj) Gubernur nanti.

"Kan ada Pj Gubernur yang barunya. Dia udah enggak ada kekuasaan lagi dong pas ninggalin (RPD). Nah PR (Pekerjaan Rumah) nya apa? Kita bahas di APBD. Anggaran lagi," katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Dia menjelaskan evaluasi anggaran tersebut bergantung pada apakah program atau kebijakan bikinan Anies tersebut memungkinkan untuk dilanjutkan atau tidak. Nantinya, Pj Gubernur DKI Jakarta akan diajak membahas program yang ada dalam RPD buatan Anies itu.

"Ya makanya kepada Pj gubernur baru kita rapat ketemu loh, kita omongin. Kalau dia (Pj Gubernur) ngga fokus dengan anggaran, saya enggak akan ketok. Dia harus fokus, mau bikin apa, rencananya. Badan rencana pembangunan daerahnya juga mana yang mau di ini kan (laksanakan)," jelasnya.

Prasetio menyampaikan, evaluasi dilakukan untuk memilah program pembangunan paling krusial untuk dilanjutkan. Semisal, kata Prasetio masalah utama ibu kota yaitu banjir dan macet.

"Iya, kalau misalnya mengenai banjir dan macet pasti kita turunin. Kalau pendidikan dan kesehatan tidak bisa diapa-apain 20 persen udah. Udah ketahuan gitu," ujarnya.

Dia menekankan pada pentingnya RPD yang nantinya bakal dilanjutkan Pj Gubernur pengganti Anies. Menurutnya, program yang ada dalam RPD juga harus memperhatikan APBD agar penyelesaian masalah pembangunan turut tepat sasaran.

"Sekarang fokus anggaran. Anggaran harus fokus buat apa sih gitu, jadi jangan semua dirangkai, begini begitu dibeli semua, yang engga perlu-perlu dibeli," tutupnya.

Reporter: Winda Nelfira/Liputan6.com

Rekomendasi