Kasus Covid-19 Naik, DKI Siapkan Kendaraan Alternatif Terbaik Jika Ambulans Penuh

Mengingat kasus Covid-19 sedang naik, Riza meminta kerja sama warga DKI untuk tetap berada di rumah, dan membeli kebutuhan pokok lewat online atau membeli UMKM di sekitar.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kasus Covid-19 Naik, DKI Siapkan Kendaraan Alternatif Terbaik Jika Ambulans Penuh
Pemakaman Covid di Rorotan. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Kasus positif Covid-19 di Jakarta melonjak tajam. Kondisi ini membuat petugas ambulans bekerja ekstra.

Namun demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria alias Ariza, memastikan operasional ambulans masih berjalan dengan baik. Tetapi apabila jumlah kasus pasien meninggal dunia sangat banyak, akan dipakai kendaraan alternatif lain.

"Namun jika mobil ambulans sudah tidak mampu, kita akan menggunakan alternatif yang terbaik. Mari terus kita jadikan 3M sebagai kebutuhan," kata Ariza lewat akun instagram miliknya @arizapatria, Amis (24/6).

Ariza meminta warga tetap berada di rumah, dan membeli kebutuhan pokok lewat online atau membeli UMKM di sekitar.

"Tetap di rumah, banyak produk UMKM dan jualan tetangga yang bisa dipesan dari rumah. Pemprov DKI Jakarta terus melakukan 3T (testing, tracing, treatment), vaksinasi, disiplin prokes," katanya.

Selain itu, Ariza menyampaikan berdasar data Dinkes DKI Jakarta per 23 Juni 2021, Pemprov DKI Jakarta, dalam seminggu terakhir ada 116.671 orang dites PCR.

Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 401.032 per sejuta penduduk. Target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen).

"Artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu," ungkapnya.

Sementara itu, terkait vaksinasi, Pemprov terus mengebut agar sasaran vaksinasi sebanyak 8.815.157 orang bisa segera disuntik.

"Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 3.593.159 orang (40,8%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 80.147 orang. Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 1.894.808 orang (21,5%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 3.150 orang," bebernya.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Ariza, terus menyarankan warga untuk vaksinasi, dengan cara dapat langsung ke tempat vaksinasi. "Namun untuk mempercepat proses vaksinasi, warga disarankan mendaftar online melalui aplikasi JAKI atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Edi Sumantri menyampaikan pengangkutan jenazah dengan protap Covid-19 terpaksa harus menggunakan truk. Hal ini disampaikan Edi dalam rapat Komisi C DPRD.

Dalam pemaparannya, jumlah pemakaman dengan Protap Covid saat ini melebihi puncak jumlah kasus kematian pada tahun 2020 dengan angka tertinggi 75 pemakaman dalam satu hari.

"Tahun ini baru jam 6 sudah 146 orang dan Dinas Pemakaman tidak sanggup nguburin sudah capek semuanya," kata Edi, Rabu (23/6).

Reporter: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi