Ini pendapat warga Bukit Duri soal pidato kontroversial Anies dan liburan Djarot

Selasa, 17 Oktober 2017 11:46 Reporter : Ahda Bayhaqi
Pelantikan Anies-Sandi. ©2017 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno resmi dilantik pada 16 Oktober 2017 oleh Presiden Joko Widodo. Pidato Anies di Balai Kota memunculkan polemik baru.

Anies mengucap kata 'pribumi' dalam pidato pertamanya sebagai pemimpin Pemprov DKI Jakarta. Namun, warga Bukti Duri, Seno yang sempat ditemui, menganggap hal itu tidak perlu dipolemikkan.

Seno mengatakan, konteks pribumi Anies tidak jelas. Sebab, dia menilai, bisa saja yang dimaksud Anies adalah semua warga Indonesia tanpa terkecuali. Sedangkan, maksud merdeka di sini adalah bebas dari tangan-tangan asing.

"Sah-sah saja, pribumi gak harus warga Jakarta, keturunan (China, Arab dan lain-lain) juga disebut pribumi," katanya di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (17/10).

Dia melihat, konteks pidato Anies tersebut tidak bermaksud mengotak-kotakkan warganya. Sebab banyak orang yang menyalahartikan maksud mantan Menteri Pendidikan itu.

"Tergantung memandangannya, menurut ane sih enggak. Kan yang kotak-kotak, yang sebelumnya," ujar Seno sambil tertawa.

Sementara itu, rekan Seno, Andra malah menyoroti sikap Gubernur sebelumnya yang tidak menghadiri pelantikan di Istana Merdeka. Diketahui, Djarot Saiful Hidayat memutuskan untuk liburan ke Labuan Bajo lantaran mengaku tidak diundang.

Menurut Andra, sikap Djarot tidak sepantasnya dilakukan. Sebab malah menunjukkan sikap yang tidak menerima kekalahan.

"Kalau gak dateng muncul banyak pertanyaan, ga legowo, ga move on," kata dia. [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.