Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gelar seminar nasional, BKKBN: Generasi muda aktor masa depan

Gelar seminar nasional, BKKBN: Generasi muda aktor masa depan Ilustrasi Anak Sekolah. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) mengatakan mendorong kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan remaja perempuan dan generasi muda perlu menjadi prioritas pembangunan, kata para pengamat kependudukan.

Mereka menekankan pentingnya penguatan kemampuan bertindak generasi muda untuk masa depan mereka sendiri dan kontribusi mereka terhadap pembangunan berkesinambungan dan ketahanan nasional, termasuk di masa bencana.

"Remaja perempuan dan generasi muda adalah aktor saat ini dan masa depan. Keberhasilan pembangunan kependudukan kita bergantung pada bagaimana kita berinvestasi kepada mereka dan melibatkan mereka secara optimal untuk masa depan mereka, komunitas mereka dan bangsa," kata Deputi untuk Pengendalian Kependudukan BKKBN, Wendi Hartanto di Seminar Nasional Penguatan Kelembagaan Pengendalian Penduduk dan KB dalam Memantapkan Pembangunan Berkelanjutan dan Berketahanan Nasional, Jakarta, Selasa (22/11) kemarin.

Sementara itu, kepala perwakilan UNFPA, Annette Sachs Robertson mengatakan generasi muda memiliki harapan, ide, dan cita-cita. Karenanya, pihak-pihak terkait, termasuk UNFPA, perlu bekerja secara aktif dengan mereka dan memberi kesempatan untuk menyuarakan ide dan menyalurkan kemampuan bertindak.

"Dengan dukungan kita, mereka dapat menjadi pemimpin yang menginspirasi, saat ini dan masa depan," kata Robertson.

Robertson juga menambahkan bahwa kemitraan kuat dengan semua mitra pembangunan dibutuhkan untuk mengatasi berbagai kerentanan remaja perempuan, seperti sunat perempuan, pernikahan anak, pekerja anak dan perdagangan anak. Hal tersebut, terkait dengan kemiskinan, lemahnya keterlibatan komunitas, penegakan hukum dan ketidaksetaraan di komunitas yang berakar pada nilai-nilai sosio-budaya-religi yang bias.

Di Indonesia, data tahun 2015, ada sekitar 66 juta orang muda dari total 255 juta lebih penduduk orang muda, dan diprediksi akan meningkat hingga 69,4 juta pada tahun 2025 sekaligus diiringi dengan perkembangan teknologi dan informasi.

Itu yang menurut JP Mulyadi dari Universitas Nahdlatul Ulama membangun karakter orang muda, usia 10-24 tahun dengan menekankan pada penguatan nilai-nilai hidup yang menghormati hak asasi dan mendorong pendidikan, kesehatan dan pengembangan diri, komunitas dan lingkungan hidup adalah penting, untuk kesejahteraan mereka dan ketahanan nasional, termasuk di saat bencana.

Senada dengan JP Mulyadi, Besral, wakil dari Universitas Indonesia, juga menyebut Indonesia rentan bencana sehingga perlu menyusun strategi konkret untuk menggalang peran orang muda dalam perlindungan lingkungan, penanganan bencana dan dalam upaya untuk meningkatkan daya dukung lingkungan.

"Dalam 2 tahun terakhir jumlah bencana alam dan kerugian material yang disebabkan naik 200 kali lipat," ujarnya.

Kemudian, Bambang Purwoko dari Universitas Gadjah Mada mengatakan program kependudukan, termasuk untuk orang muda akan terdorong dengan penguatan kewenangan dan peran BKKBN sebagai badan koordinasi kependudukan.

"Saat ini, kependudukan belum dipandang sebagai prioritas utama oleh pemda-pemda, koordinasi di antara lembaga pemerintahan kurang, layanan KB belum memadai, jumlah dan kapasitas pekerja lapangan di komunitas masih rendah, berbagai faktor ini akan menyebabkan tingginya pertumbuhan penduduk dan berdampak pada pembangunan nasional karena akan memperparah kemiskinan, pengangguran dan kriminalitas," sebut Bambang. (mdk/ibs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP