Cerita dari dalam gerbong kereta
Merdeka.com - Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.30 WIB saat Dewi (28) tiba di Stasiun Bojong Gede, Bogor. Sebelum berangkat, dia selalu memandang layar telepon genggamnya, mencari informasi seputar jadwal keberangkatan kereta dari grup WhatsApp dengan nama Jalur Depok-Bogor.
"Lebih sering kasih info gangguan kereta. Yang ngasih info yang duluan sampai di stasiun lalu disebar di grup," ujar Dewi saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (11/3).
Dewi tergolong penumpang setia KRL. Setidaknya sudah 16 tahun dia menggunakan transportasi massal ini. Kereta menjadi tempat berkumpulnya orang-orang dengan segala karakter dan latar belakang. Kelas sosial tak berlaku di dalam gerbong kereta. Entah dia pekerja berdasi, wanita karir, atau pedagang pasar, mereka sama-sama berjuang dan berdesakan di dalam gerbong. Keringat mereka bercampur di dalam gerbong.
Dari dalam gerbong kereta lahir persaudaraan yang kemudian berbuah kehadiran komunitas pecinta kereta. Mereka berjejaring, saling bertukar informasi dan cerita yang dialami masing-masing anggotanya. Setiap penumpang pasti punya segudang cerita yang dialami, dilihat dan didengar dari dalam gerbong. "Setiap hari pasti cerita pengalaman di dalam gerbong," ucapnya.
Dewi menjelaskan, banyak cerita yang dialami penumpang. Mulai dari aksi para copet, perilaku pelecehan seksual yang dialami penumpang perempuan, sampai perseteruan penumpang perempuan yang kebanyakan dilakukan ibu-ibu.
"Ibu-ibu berantem biasanya karena dorong-dorongan. Emosi karena kereta penuh dan susah masuk. Kebanyakan yang berantem justru penumpang perempuan."
Dewi dan kawan-kawannya juga cukup sering berbagi cerita dan pengalaman lucu di dalam gerbong. Kebanyakan cerita soal penumpang tidur di gerbong. "Wajah panik penumpang yang tidur dan lalu tiba-tiba bangun dan sadar kalau stasiun yang jadi tujuannya udah lewat itu jadi salah satu cerita lucu," katanya.

KRL commuter ©2012 Merdeka.com
Novi (25) punya cerita unik pengalamannya ketika berhimpit di dalam gerbong kereta. Ketika kereta berhenti di Stasiun Lenteng Agung, seorang wanita karir dengan sejumlah dokumen di tangan kiri dan tas di tangan kanan masuk ke dalam gerbong wanita.
Tak lama kereta berjalan, dokumen diselipkan di antara dua kakinya, tasnya dipegang dengan tangan kiri. dia mulai sibuk berdandan dengan posisi berdiri dan berdesakan. Satu per satu peralatan make up dikeluarkan secara bergantian. Mulai dari pembersih muka, alas bedak, bedak, pensil alis, eyeliner, lipstik. susah tapi dia bisa, hebat.
"Orang-orang pada ngeliatin dan kayaknya dia enggak peduli, cuek aja dia. Sekitar 15-20 menit selesai, hebat dia. Dia langsung turun di Stasiun Tebet," jelasnya.
Setiap penumpang setia KRL commuter line pasti punya segudang cerita. Tak cuma cerita lucu dan menakutkan, kisah mengharukan dan heroik pun terkadang lahir dari dalam gerbong kereta. Pekan ini merdeka.com merangkum cerita dan curahan hati para pengguna KRL serta trik yang biasa digunakan ketika berjuang untuk bisa masuk ke gerbong KRL.. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya