Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beton MRT menimpa pemotor, Sandi beri pesan ke bos MRT dan Jakpro

Beton MRT menimpa pemotor, Sandi beri pesan ke bos MRT dan Jakpro beton proyek MRT jatuh di jalan wijaya. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Sahudin Uno mengaku sudah menyampaikan pesan kepada petinggi PT. MRT dan PT Jakpro. Pesan ini terkait dengan peristiwa jatuhnya penyangga di proyek MRT seberat 3 ton yang menimpa pengendara sepeda motor yang sedang melintas di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, akhir pekan lalu. Dalam pesannya, Sandiaga menegaskan pentingnya faktor keselamatan.

"Jadi selalu saya sampaikan kemarin Dirut MRT juga saya sampaikan, Dirut Jakpro, sudah disampaikan juga, mereka sedang membangun MRT dan LRT. Jadi mudah mudahan kita mendapatkan pembangunan yang terakselerasi tapi menjaga juga keselamatan," ujar Sandiaga di Jakarta, minggu (5/11).

Sandiaga menuturkan, meskipun saat ini kontraktor mengebut proyek infrastruktur, tapi tidak boleh dilupakan persoalan keselamatan. Menurutnya, keselamatan tetap harus menjadi yang utama.

"Sekarang kan proyek-proyek diakselerasi. Saya sampaikan safety first sebuah kultur bahwa keselamatan itu adalah utama," ujarnya.

Sandiaga juga mengingatkan para pekerja proyek konstruksi agar selalu berhati-hati pada saat melaksanakan pekerjaannya. Jangan sampai lalai saat bekerja. "Ingat anak-anak di rumah jadi jangan sampai kita melalaikan keselamatan," imbaunya.

Untuk diketahui Beton seberat 3 ton jatuh menimpa pengendara motor yang sedang melintas di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru,Jakarta Selatan, Jumat (3/11) malam. Beton itu berasal dari pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang jatuh saat sedang diangkat oleh crane.

Kejadian bermula saat pemasangan OCS Parapet dengan beban 3 ton menggunakan crane truk berkapasitas 10 ton dengan posisi di atas deck girder proyek MRT Jakarta di Jalan Wijaya II pada pukul 21.00 WIB. Saat proses pemasangan dilakukan, telah dilakukan pengamanan dengan menutup separuh jalan, disiagakan flagman, dan dijaga pihak keamanan.

"Ketika setting OCS parapet sedang berlangsung, tiba-tiba crane truck tersebut tidak stabil dan OCS parapet jatuh ke jalan, melewati batas pengamanan di bawah deck girder yang telah tertutup separuh," demikian pernyataan resmi PT MRT Jakarta yang diterima merdeka.com. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP