Antara Trotoar & Rangsangan buat Warga Ibu Kota Beralih ke Transportasi Publik

Sabtu, 23 November 2019 13:03 Reporter : Merdeka
Antara Trotoar & Rangsangan buat Warga Ibu Kota Beralih ke Transportasi Publik uji coba MRT untuk umum. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Jakarta nampaknya masih menjadi primadona. Buktinya saja, warga dari luar Ibu Kota masih terus berdatangan.

Hal tersebut membuat Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta memutar otak lantaran jalan-jalan yang semakin menggila karena macetnya.

Perlahan tapi pasti, Pemprov DKI berbenah. Trotoar yang ada di jalan-jalan protokol dibuat nyaman untuk pejalan kaki. Ini dilakukan agar masyarakat mau beralih menggunakan transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi.

Tak hanya itu, kini semakin banyak pedestrian atau jalur pejalan kaki yang dibuat semakin lebar agar mereka bisa leluasa berjalan. Tak sekedar diperbaiki, pedestrian itu juga dibuat cantik. Tanaman-tanaman atau hiasan-hiasan kecil yang ditata rapih menambah estetika jalur pedestrian. Sungguh memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya.

Salah satu perubahan sangat terasa di daerah Dukuh Atas. Dukuh Atas yang dulunya nampak berantakan lantaran banyaknya lalu lalang kendaraan, kini sudah tidak lagi. Dukuh Atas disulap menjadi Taman Kendal. Taman Kendal dulunya merupakan jalan yang dilalui berbagai kendaraan untuk melakukan putar balik dari Jalan Kendal ke arah Bundaran HI atau sebaliknya.

Taman Kendal atau Terowongan Kendal dipenuhi mural yang artistik. Jika malam hari, lampu berwarna-warni semakin mempercantik lukisan-lukisan mural tersebut.

Adanya Taman Kendal ini untuk mendukung keberadaan MRT Jakarta. Ya, Moda Raya Terpadu atau MRT sudah mulai beroperasi sejak 24 Maret 2019 lalu. Wilayah Dukuh Atas ini nantinya akan disulap oleh PT MRT Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta menjadi daerah Transit Oriented Development (TOD) atau Kawasan Berorientasi Transit (KBT).

Menurut Direktur Keuangan dan Manajemen Korporasi Tuhiyat, konsep TOD ini juga sesuai dengan keinginan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ini TOD namanya urban regeneration, bagaimana Kota Jakarta menjadi kota yang berbudaya, ramah, tidak lagi egosentris menggunakan kendaraan pribadi dan sebagainya supaya lebih beradab," ujar Tuhiyat.

PT MRT Jakarta memang bercita-cita menjadikan para penggunanya warga Ibu Kota untuk lebih beradab. Terutama ketika menggunakan kereta bawah tanah tersebut. Jika sudah beradab ketika naik MRT, maka diharapkan bisa terus hingga keluar setelah naik MRT.

"Pertama, gaya hidup masyarakatnya sudah beralih. Kita (MRT Jakarta) mengubah budaya orang. Pertama dimulai dari ketika menaiki eskalator. Saya iri dengan Singapura, Hongkong, kok bisa ya dia antre kaya di elevator, eskalator, pasti dia sebelah kiri kalau mau stand. Jadi kita pelan-pelan, itu namanya mengeducated budaya seperti itu," ucap Tuhiyat.

Jika ketika masyarakat Ibu Kota pergi ke Singapura bisa mengikuti segala peraturan yang ada di sana, makan jika diterapkan di Jakarta pun seharusnya susah. MRT Jakarta melakukan berbagai cara agar masyarakatnya bisa berubah bahkan hingga bekerjasama dengan voulenteer atau relawan. Sampai pada akhirnya, di bulan keempat MRT berjalan, perlahan masyarakat pengguna MRT mulai tertib.

"Yang kedua kita educated adalah cashless. Jangan sampai ada cash di semua stasiun kita, harus cashless," kat Tuhiyat.

Kemudian, keberadaan MRT Jakarta juga ingin membudayakan jalan kaki. Oleh karena itu, trotoar bagi pedestrian diperbaiki. Sepanjang jalan mulai dari Monas, Bundaran HI, hingga Jalan Sudirman pun kini sudah memiliki trotoar pedestrian yang lebar dan sangat layak untuk pejalan kaki.

Selain itu, nantinya juga akan dibuat jalur sepeda agar para pengguna MRT bisa menggunakan sepeda ketika akan atau setelah naik MRT untuk tiba ke tempat tujuannya. Hal itu juga sesuai dengan Gubernur Anies yang mulai bersepeda ketika hendak berkantor di Balai Kota Jakarta.

Baca Selanjutnya: 5 Wilayah akan Disulap Menjadi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini