Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

80 Persen gedung perkantoran di Jakarta tak miliki sistem pengelolaan limbah

80 Persen gedung perkantoran di Jakarta tak miliki sistem pengelolaan limbah Kota Jakarta. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, menyebut sekitar 80 persen gedung perkantoran di Jakarta tak memiliki sistem pengelolaan air limbah. Akibatnya, banyak gedung perkantoran yang menghasilkan limbah yang tidak ramah lingkungan.

"Datanya mayoritas mendekati 80 persen. Itu (data) ada di PD PAL Jaya," sebutnya di Balai Kota, Jumat (9/2).

Karena itulah, ke depan pihaknya ingin meningkatkan kepatuhan para pengelola gedung agar memperhatikan pengelolaan limbah. Selain itu Pemprov DKI juga ingin setelah PD PAL Jaya merger dengan PAM Jaya bisa memberikan satu solusi menangani masalah air ini.

Hari ini, Sandi mengatakan, bertemu dengan perwakilan perusahaan Artha Mahakarya membicarakan soal limbah. Perusahaan tersebut akan berinvestasi pengadaan mesin untuk pengelolaan limbah air dari setiap gedung di Jakarta

PT Artha Mahakarya akan menggaet perusahaan teknologi dari Korea dan berinvestasi Rp 1,4 triliun. "Gedung diberikan fasilitas layanan pengelolaan limbahnya sehingga limbah yang nanti dihasilkan oleh gedung atau perumahan tersebut sudah dikelola dengan baik, di-treat dengan baik sehingga tidak akan membahayakan lingkungan," jelasnya.

Total tawaran nilai investasi yang masuk ke Jakarta bidang pengelolaan limbah mencapai Rp 3,7 triliun. Selain mengelola air limbah, ada juga investor yang menawarkan teknologi mengubah sampah jadi energi dengan revitalisasi sebagian lahan di Bantar Gebang.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP