Tak Hanya sebagai Hiasan di Kepala Pengantin Wanita, Ini Makna Siger pada Pernikahan Adat Sunda

Tak sekedar dipakai di kepala, siger sebagai hiasan pengantin perempuan punya banyak makna.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Tak Hanya sebagai Hiasan di Kepala Pengantin Wanita, Ini Makna Siger pada Pernikahan Adat Sunda
Tak Hanya sebagai Hiasan di Kepala Pengantin Wanita, Ini Makna Siger pada Pernikahan Adat Sunda (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Dalam pernikahan tradisional, pernak-pernik menjadi hal yang penting untuk memperindah kedua mempelai. Di adat Sunda terdapat pernak-pernik khusus yang digunakan pengantin wanita, namanya adalah siger.

(Gambar: Liputan6)

Siger menjadi benda yang wajib ada dalam pernikahan adat Sunda. Siger memiliki fungsi untuk merapikan rambut, karena digunakan seperti mahkota.

Namun masyarakat adat setempat tak semata menganggap siger sebagai pernak-pernik saja, melainkan siger memiliki makna yang mendalam.

Siger dipercaya memiliki status sosial dan bisa melindungi pengantin wanita dari hal yang bersifat nafsu duniawi.

Siger sebagai penghias pengantin perempuan

Mengutip artikel Nur Rizka Ramadhanty yang diterbitkan Unikom berjudul "Pakaian Pernikahan Sunda Priangan", siger biasanya digunakan di bagian kepala untuk menaruh untaian bunga sedap malam maupun melati yang ditata menjutai ke bawah sekitar 20 sampai 30 sentimeter.

Siger  memiliki bentuk mirip mahkota dengan beragam motif mulai dari flora, fauna hingga berbentuk hati yang terbuat dari logam.

Siger dipakai setelah pengantin wanita mengenakan hijab dengan warna putih yang senada.

Siger sebagai status sosial

Siger sebagai status sosial
© 2023 merdeka.com

Mengutip Wibisana, Zakarsih & Sumarsono, 1986, siger diketahui tak hanya sebagai penghias pengantin wanita semata, melainkan menyirat simbol status sosial.

Dahulu hanya orang-orang terpandang yang bisa menggunakan siger sebagai atribut pernikahan.

Orang Sunda zaman dahulu kebanyakan menganggap Siger sebagai bentuk kemewahan, karena pernikahan hanya dilakukan sekali seumur hidup.

Sebagai simbol kesetiaan terhadap pasangannya

Siger kemudian juga diartikan sebagai simbol kesetiaan pengantin wanita terhadap pengantin pria. Ini terlihat dari bentuk hati yang ada di bagian depan siger.

Kemudian simbol lima kembang yang melingkar di siger menyimbolkan kecantikan yang bisa dilihat dari banyak sudut.
Lalu motif kupu-kupu atau kembang goyang di bagian atas siger melambangkan kemurahan rezeki yang akan didapatkan pengantin setelah melangsungkan pernikahan.

Punya arti melindungi dari nafsu duniawi

Adapun arti siger berasal dari kata sineger yang dalam bahasa Sunda Priangan dan Baduy adan kurungan.

Ini karena benda tersebut dimanifestasikan sebagai pengurung nafsu duniawi, sehingga penggunanya bisa terlindungi dari hal negatif tersebut.

Bagi warga setempat, siger bisa mencegah hawa nafsu di luar pernikahan sehingga hanya bisa dilakukan oleh suami sahnya saja.

Rekomendasi