Sempat Terjadi Perkelahian Maut, Begini Kondisi Terbaru Pesantren Daar El Qolam

Selasa, 9 Agustus 2022 12:12 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Sempat Terjadi Perkelahian Maut, Begini Kondisi Terbaru Pesantren Daar El Qolam Ilustrasi berkelahi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua orang santri Pondok Pesantren Daar El Qolam yang terletak di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, terlibat perkelahian hingga membuat salah satu santri meninggal dunia pada Minggu (7/8). Kasus tersebut saat ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

Baru-baru ini, pihak pengelola membeberkan kondisi terbaru di lingkungan pesantren. Dari hasil pantauan di lokasi, sejumlah santri siswa SMP dan SMA masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Begitu pula dengan kegiatan di lingkungan Asrama Indonesia yang berlangsung terbuka, juga kegiatan di koperasi yang berjalan seperti semula yakni sebagai tempat penyediaan keperluan penjengukan keluarga.

2 dari 5 halaman

Aktivitas Pondok Pesantren Tidak Terganggu

005 ovan zaihnudin

©2016 Merdeka.com

Perwakilan pengelola Ponpes Daar El-Qolam, Ahmad Idrus, pada Senin (8/8), menyampaikan, sejak insiden memilukan tersebut kegiatan pembelajaran seluruh santrinya tetap berjalan normal. 

"Walaupun tetap kami tidak menginginkan kejadian ini terjadi. Tapi kegiatan-kegiatan kemarin pasca kejadian/insiden sampai hari ini, tetap berjalan normal," tutur Ahmad Idrus, melansir dari ANTARA.

Baru Pertama Terjadi di Pondok

Menurut Idrus, setelah terjadinya perkelahian antar sesama santri itu, kegiatan belajar tidak terpengaruh sama sekali. Dirinya juga berharap agar masalah tersebut bisa segera selesai.

"Aktivitas seperti biasa tidak ada perubahan. Dan saya mohon doa, supaya masalahnya ini cepat selesai," katanya.

Idrus mengatakan jika insiden perkelahian itu baru pertama kali terjadi di pondok pesantrennya. Hal ini yang kemudian menjadi dasar pihak pengelola untuk melakukan evaluasi pengawasan kepada para santri didik.

"Kami semaksimal mungkin untuk memperketat pengawasan di asmara, maupun di kelas. Insya Allah mudah-mudahan bisa terselesaikan," ujar dia.

3 dari 5 halaman

Kronologi Kejadian

Seperti diberitakan sebelumnya, salah seorang santri Pondok Pesantren Daar El Qolam berinisial BD (15) meninggal dunia pada Minggu (7/8). Ia diduga mendapat tindakan penganiayaan dari sesama santri.

"Jadi berdasarkan informasi yang kami terima sore kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB bahwa pihak RSUD Balaraja, menerima korban meninggal dunia diantar oleh guru dan pengasuh Pondok," kata Kepala Polsek Cisoka, AKP Nur Rokhman.

Disebutkan Kapolsek, informasi tersebut bermula usai masuknya laporan dari pihak RSUD Balaraja, terkait adanya santri meninggal dunia diantar pengasuh ponpes Daar El Qolam.

Polisi kemudian langsung mendatangi rumah sakit, dan melakukan penyelidikan kasus. Dari hasil awal, diperoleh keterangan guru ponpes bahwa korban yang berinisial BD (15) ini meninggal dunia akibat perkelahian sesama santri.

"Berdasarkan keterangan guru dan pengasuh yang mengantar, korban meninggal diduga karena berkelahi sesama santri," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Korban Sempat Dibawa ke Klinik

Nur mengatakan jika korban sebelumnya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan selanjutnya dibawa ke klinik terdekat.

"Kemudian saksi IS, mengecek ke kamar santri dan setelah dicek benar anak BD sudah tidak sadarkan diri, dan dibawa langsung pengasuhnya ke klinik Gita Farma," katanya.

Dari pemeriksaan klinik, dinyatakan bahwa BD sudah meninggal dunia, hingga selanjutnya para pengasuh membawanya ke RSUD Balaraja untuk memastikan kondisi lebih jelas dari korban.

"Pengasuh Ponpes langsung membawa korban ke RSUD Balaraja," kata dia.

5 dari 5 halaman

Bermula dari Pelaku yang Mendatangi Kamar Korban

Diungkap AKP Nur Rokhman, duduk perkara perkelahian bermula dari pelaku yang mendatangi kamar korban untuk menanyakan rekannya bernama Dimas. Saat itu pelaku mendorong pintu kamar mandi yang ternyata mengenai korban hingga dirinya marah.

Setelah keluar dari kamar mandi, mereka langsung berkelahi di kamar tersebut.

"Kalau menurut keterangan saksi, perkelahian. Latar belakangnya, kemungkinan tersinggung ya," ungkap AKP Nur Rokhman seperti dilansir dari Liputan6.

Di saat yang sama, rekan-rekan yang menyaksikan kejadian pun langsung mencoba untuk melerai keduanya. Namun, kemarahan korban terhadap pelaku terus berlanjut hingga pelaku terpancing emosi.

"Dan akhirnya pelaku pun balik lagi ke dalam kamar untuk memukul korban. Saat itu korban sedang memakai pakaian, korban dipukul dan ditendang. Korban setelah kejadian langsung diam, karena merasa sakit kepala dan dia tidur," kata Nur Rokhman.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini