Mengenal Sosok KH Sochari, Ulama Karismatik yang Namanya Diabadikan Jadi Nama Jalan di Serang

Karena kiprahnya, sosok KH Sochari diabadikan menjadi sebuah jalan di Kota Serang, Banten.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Mengenal Sosok KH Sochari, Ulama Karismatik yang Namanya Diabadikan Jadi Nama Jalan di Serang
Mengenal Sosok KH Sochari, Ulama Karismatik yang Namanya Diabadikan Jadi Nama Jalan di Serang (Merdeka.com)

KH Achmad Sochari menjadi nama sebuah jalan di wilayah Kota Serang, Banten. Lokasinya persis di dekat perempatan Warung Pojok sampai simpang empat Sumur Pecung yang strategis.

Dahulu, sosok KH Sochari amat berpengaruh di masa perjuangan kemerdekaan. Ia pandai memprovokasi masyarakat tentang jahatnya pasukan Belanda, sampai merangkul musuhnya sehingga disegani.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Karena jasanya melawan kolonialisme di Serang, namanya dikenang abadi. KH Sochari jadi salah satu ulama sekaligus pemimpin daerah yang berpengaruh dari Provinsi Banten. Berikut kisah singkatnya.

Gambar: Youtube Mang Dhepi Channel

Lahir Pada 1897
Dok. Istimewa

Mengutip Youtube kebudayaan dan sejarah Banten, Mang Dephi Channel, KH Sochari lahir di Desa Pipitan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. 

Gambar: Youtube Mang Dhepi Channel

Sejak muda, sosoknya sudah tertarik dengan ilmu agama Islam sehingga ia memilih belajar di Pondok Pesantren Al-Khairiyah Citangkil pimpinan Brigjend. KH. Syam’un yang merupakan pahlawan nasional dan merupakan angkatan pertama di sana.

KH Sochari merupakan anak ke-3 dari tujuh bersaudara, dan sang ayah merupakan pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Darussalam.

Setelah dewasa, ia kemudian kembali ke kampung halamannya untuk membantu sang ayah di pesantren. Saat itu, potensi sebagai pendakwah mulai terlihat. Ini karena gaya pidatonya yang tegas, namun tetap disisipkan humor.

Banyak yang menyukai gayanya menyampaikan ilmu agama. Di pesantrennya KH Sochari juga menjadi mubaligh andalan di sana.

Dari sisi sosial, dirinya memiliki akhlak yang tinggi dan pandai bergaul. Bahkan dia tak memilih-milih siapa kawannya. Ini membuatnya banyak menjalin baik dengan orang-orang dari NU, Muhammadiyah sampai PKI.

Memperhatikan Rakyat saat Jadi Pemimpin
Dok. Istimewa

Setelah kemerdekaan, KH Sochari diangkat sebagai Wedana atau pemimpin setingkat di atas kecamatan. 

Gambar Jalan KH Sochari/ Youtube Mang Dhepi Channel

Kala itu di tahun 1945, kondisi masyarakat masih serba kekurangan. Sochari diangkat oleh Bupati Serang karena memiliki kecerdasan sosial tinggi.

Kedekatannya terhadap rakyat terlihat saat menjelang lebaran. Sochari selalu memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada warga, sehingga kehadirannya selalu ditunggu oleh masyarakat.

Selain itu, inventaris dari pemerintah berupa delman selalu difungsikan tidak hanya untuk menunjang pekerjaannya, melainkan juga untuk keperluan rakyat saat darurat. 

Setelah kemerdekaan, kondisi perpolitikan Indonesia masih belum stabil. Ada banyak pemberontakan namun bisa diselesaikan oleh Sochari.

Bahkan tak sedikit pemberontak yang berhasil ia rangkul, sehingga mengurangi potensi konflik di wilayahnya.

Sebagai seorang ulama, sekaligus pemimpin daerah, dirinya memiliki program dan kebijakan yang selalu memperhatikan kondisi masyarakat kelas bawah. Ia meniru gaya kepemimpinan Rasulullah yang bisa merangkul berbagai kalangan umat, dan datang langsung saat ada warganya yang terkena musibah.

Perjuangan secara fisik juga tidak berhenti ia jalankan, terlebih saat Agresi Militer Belanda. Kala itu dirinya terjun langsung memimpin rakyat untuk memukul mundur pasukan Belanda. Di sela-sela melawan kekejaman penjajah, dirinya menyempatkan diri untuk berdakwah sehingga dianggap berbahaya oleh Belanda.

Namun karena pandai bergerilya, ia tidak mudah ditangkap hingga wilayahnya benar-benar merdeka dari penjajah. Berkat jasanya di bidang keagamaan dan melawan langsung pasukan penjajah, namanya kini abadi menjadi sebuah jalan di Kota Serang yakni Jalan KH Sochari.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Rekomendasi