Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sabet Emas di Malaysia, Begini Rancangan Pembangkit Listrik Rancangan Mahasiswa ITB

Sabet Emas di Malaysia, Begini Rancangan Pembangkit Listrik Rancangan Mahasiswa ITB ITB. infoakademika.com

Merdeka.com - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menyabet emas dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2022, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam kesempatan itu, mereka berhasil mencuri perhatian usai mengenalkan teknologi pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

Desainnya dibuat sendiri oleh tim mahasiswa bernama Kaisar Planow, yang beranggotakan Amalia Nanda Syafira (PWK 19), Ayubella Anggraini Leksono (PWK 19), Evita Mahar Dewi (PWK 19), Jerome Gerand Miracle Tambatjong (KL 19), dan Rusdianto Efenddi (KL 19).

Mengutip laman resmi ITB, Senin (11/7), desain tersebut mengambil latar di kawasan perairan Mundu, Kabupaten Cirebon, dengan judul “Design of Integrated Coastal Defense and Smart Grid Renewable Energy Power Plant for Mundu Bay Sustainable Development Based on Shoreline Management Plant”.

Gambar Pembangkit Listrik yang Mencuri Perhatian di WYIE 2022

rancangan pembangkit listrik dari energi terbarukan

Rancangan pembangkit listrik dari energi terbarukan ©2022 Laman resmi ITB/Merdeka.com

Salah satu anggota tim Kaisar Planow bernama Rusdianto mengatakan, jika inovasi tersebut berangkat dari temuan strategis di wilayah Cirebon yang termasuk kawasan ekonomi khusus bernama segitiga rebana.

Menurutnya, pembangkit listrik terbarukan ditargetkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Barat, sebesar 10,91 persen pada tahun 2023 mendatang.

“Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa Cirebon merupakan kawasan ekonomi khusus yang berada di daerah Segitiga Rebana, mencakup Subang, Majalengka, Indramayu, Cirebon, dan Sumedang,” terang Rusdianto.

Memanfaatkan Gelombang Laut sebagai Potensi Energi Alternatif

Teluk Mundu menjadi lokasi studi kasus desain pertahanan pantai yang mengacu pada konsep Rencana Pengelolaan Garis Pantai atau Shoreline Management Plan (SMP).

“Berdasarkan analisis perubahan penggunaan lahan, Teluk Mundu akan dirombak menjadi kawasan industri. Di sisi lain, Teluk Mundu juga memiliki ancaman abrasi, erosi, serta banjir. Alih fungsi menjadi kawasan industri tersebut harus mempertimbangkan risiko bencana yang dapat terjadi,” lanjut Rusdianto.

Namun ia menambahkan, jika potensi gelombang di sana bisa dijadikan sebagai energi untuk kebutuhan pembangkit listrik tersebut.

“Daerah tersebut memiliki potensi gelombang yang bisa dijadikan sumber energi alternatif. Kami sudah mengecek perbedaan pasang tiap waktu dan menganalisis pasang surut yang menunjukkan indikasi abrasi ekstrem. Menurut perhitungan kami, pembangunan pembangkit listrik ini juga menguntungkan secara ekonomi. Selain itu, ini adalah bentuk edukasi energi baru terbarukan kepada masyarakat karena pembangkit listrik tenaga gelombang masih kalah beken dengan jenis energi terbarukan lainnya,” lanjutnya.

Sementara itu, anggota lain bernama Ayubella menyebutkan bahwa Teluk Mundu akan menjadi daerah krusial yang diutamakan pengembangannya dan menjadi jantung perekonomian di Kabupaten Cirebon hingga Jawa Barat dan Indonesia.

Sistem terintegrasi yang tim ini tawarkan meliputi breakwater sebagai struktur pelindung pantai, pembangkit listrik tenaga surya di belakang breakwater, pembangkit listrik tenaga angin berukuran kecil sampai sedang, pembangkit listrik tenaga gelombang di bagian depan, warehouse sebagai pusat edukasi dan kontrol energi, dan wisata mangrove untuk rekreasi.

Desain tersebut tidak hanya menjawab kondisi yang tengah terjadi, tetapi juga telah membuat rancangan desain yang berkelanjutan.

Bersaing dengan 200 Tim dari 9 Negara

Adapun persiapan untuk mengikuti lomba tersebut sudah dilakukan sejak pertengahan Maret 2022 dan kegiatan puncaknya berlangsung pada 26-27 Mei lalu. Lebih dari 200 tim dari 9 negara berbeda dipertemukan dan saling unjuk gigi atas inovasi yang telah dicetuskan.

Rusdianto berharap agar bisa lebih inovatif, mampu mempersiapkan tim sebaik mungkin, juga mencari pendanaan yang memadai untuk ikut berkompetisi.

“Kalau punya ide coba dikembangkan saja. Mungkin aka nada banyak hambatan, tapi ide tanpa eksekusi tidak akan memiliki arti,” tutupnya.

 

 

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP