Tujuan KB Pasca Persalinan, Ketahui Kapan Waktu Penerapannya

KB pasca persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat dan obat kontrasepsi segera setelah melahirkan sampai dengan 42 hari/6 minggu setelah melahirkan.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Tujuan KB Pasca Persalinan, Ketahui Kapan Waktu Penerapannya
Ilustrasi bayi baru lahir. ©2021 Merdeka.com

KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Program ini bertujuan untuk membantu pasangan suami istri dalam mengatur kehamilan dan kelahiran anak. Program KB dirancang untuk memberikan akses kepada pasangan suami istri terhadap informasi, konseling, dan layanan kontrasepsi yang dibutuhkan agar mereka dapat memilih jenis kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Program KB dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan dengan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, membatasi angka kelahiran, dan mengatur jarak kelahiran sehingga dapat menciptakan keluarga sehat sejahtera. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi karena kehamilan yang tidak diinginkan ataupun jarak kelahiran yang terlalu dekat.

Melalui program KB, pasangan suami istri dapat merencanakan keluarga mereka secara bijak, mempertimbangkan keadaan keuangan dan sosial, dan memastikan bahwa mereka dapat memberikan perhatian dan perawatan yang cukup kepada setiap anggota keluarga mereka.

KB Pasca Persalinan

Setelah melewati proses persalinan, seorang wanita tetap berpeluang untuk hamil kembali. Peluang untuk hamil ini juga masih mungkin meskipun Anda masih menyusui si kecil. Namun, jika Anda ingin menunda kehamilan, atau tidak ingin jarak kehamilan berdekatan dengan kelahiran sebelumnya, maka Anda bisa melakukan KB pasca persalinan.

Menurut BKKBN, KB pasca persalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan alat dan obat kontrasepsi segera setelah melahirkan sampai dengan 42 hari/6 minggu setelah melahirkan.

Lantas, apa tujuan KB pasca persalinan?

Tujuan KB Pasca Persalinan

Tujuan KB pasca persalinan adalah untuk mengatur jarak kehamilan/kelahiran. Selain itu, tujuan KB pasca persalinan juga untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan sehingga setiap keluarga dapat merencanakan kehamilan yang aman dan sehat.

Agar tujuan KB pasca persalinan ini berjalan lancar, maka perlu pemberian informasi dan konseling yang sudah dimulai sejak masa kehamilan. Tenaga kesehatan sebagai pemberi pelayanan memegang peranan penting dalam memberikan informasi dan konseling tentang KB pasca persalinan.

Penerapan KB pasca persalinan merupakan hal yang penting karena kembalinya kesuburan seorang wanita setelah melahirkan tidak dapat diprediksi. Bisa saja terjadi sebelum datangnya siklus haid, atau bahkan pada wanita menyusui.

Kapan KB Pasca Persalinan Dilakukan?

Mengutip dari laman herminahospitals.com, menyusui disebut dapat menjadi KB alami setelah melahirkan. Namun, metode amenore laktasi ini tidak bisa dilakukan oleh setiap wanita. Metode amenore laktasi (MAL) merupakan metode kontrasepsi alami setelah melahirkan yang mengandalkan kerja hormon prolaktin.

Kondisi tubuh wanita sebelum hamil dan melahirkan berbeda dengan wanita yang baru saja melahirkan. Pada wanita yang baru melahirkan, mereka biasanya tidak langsung mengalami pelepasan sel telur. Dibutuhkan waktu agar kesuburan tubuh wanita bisa kembali seperti semula.

Periode menstruasi setiap wanita yang baru saja melahirkan juga berbeda-beda. Umumnya, periode menstruasi yang normal akan kembali dalam 5 sampai 12 minggu setelah melahirkan. Sebelum menstruasi datang, masa subur mungkin sudah dapat kembali dua minggu lebih dulu. Jadi, jika Anda ingin menunda kehamilan setelah melahirkan, ada baiknya untuk mengikuti KB pasca persalinan.

Waktu yang tepat untuk mulai memakai alat KB setelah melahirkan mungkin akan berbeda bagi setiap wanita. Hal ini tergantung dari kesiapan dan bagaimana rutinitas menyusui si kecil yang baru lahir.

Namun, bila Anda ingin memberikan jarak untuk memiliki anak lagi, sebaiknya sudah mulai menggunakan KB sejak 4 minggu setelah melahirkan. Dengan penggunaan KB di waktu tersebut, dapat membuat Anda lebih tenang saat melakukan hubungan seks setelah melahirkan dengan pasangan.

Pentingnya KB Pasca Persalinan

Pelayanan KB selama tahun pertama pasca persalinan dapat berdampak pada komponen pelayanan kesehatan wanita dan anaknya, serta kesehatan reproduksi. Alasan Anda harus mendukung tujuan KB pasca persalinan yaitu:

a. Perempuan lebih reseptif menerima metode kontrasepsi hanya setelah melahirkan terutama pada 48 jam pertama dengan penyedia layanan kesehatan yang ada memberikan kesempatan untuk konseling dan menyediakan metode kontrasepsi yang aman dan sesuai pilihan mereka sebelum meninggalkan rumah.

b. Resiko kehamilan setelah melahirkan untuk perempuan yang tidak menyusui. Kehamilan dapat segera terjadi setelah 4 minggu kelahiran. Tetapi untuk perempuan yang tidak menggunakan metode MAL, kemungkinan akan menjadi subur sebelum menstruasi. Untuk perempuan yang menggunakan metode MAL kemungkinan bisa hamil setelah 6 bulan melahirkan.

c. Unmet need pada sebuah penelitian oleh Ross dan Frankenberg (1993) mengungkapkan bahwa perempuan dalam periode postpartum memiliki resiko unmet need untuk kontrasepsi, dan banyak dari unmet need dari semua wanita selama usia reproduksi pada umumnya selama periode postpartum.

d. Memastikan waktu yang sehat dan jarak kehamilan interval. Kehamilan kurang dari 24 bulan berhubungan dengan resiko tinggi dari dampak buruk pada ibu, janin, dan bayinya. Penyediaan konseling KB dan pelayanan setelah melahirkan dapat memastikan waktu yang sehat dan jarak kehamilan.

e. Memastikan waktu kehamilan yang aman setelah aborsi. Jarak kurang dari 6 bulan antara aborsi dan kehamilan berikutnya berhubungan dengan tingginya dampak buruk pada kesehatan ibu, janin, dan bayi. Penyediaan konseling KB dan pelayanan setelah aborsi dapat memastikan jarak kurang dari 6 bulan untuk kehamilan berikutnya.

Rekomendasi