Aplikasi Stunting Buatan Sumedang Direplikasi Kemenkes, Punya Keunggulan Ini

Diungkapkan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, dirinya mengaku bangga karena alat tersebut bisa bermanfaat untuk membantu menurunkan angka kelambatan pertumbuhan anak di daerah lain.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Aplikasi Stunting Buatan Sumedang Direplikasi Kemenkes, Punya Keunggulan Ini
Aplikasi stunting milik Pemkab Sumedang. ©2023 Laman resmi Simpati SumedangMerdeka.com

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mereplikasi aplikasi penanganan stunting milik Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Alat bernama Sistem Informasi Penanganan Stunting Terintegrasi atau e-Simpati itu disebut mampu membawa wilayah tersebut menjadi terbaik dalam menekan kasus kekerdilan di Jawa Barat.

Diungkapkan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, dirinya mengaku bangga karena alat tersebut bisa bermanfaat untuk membantu menurunkan angka kelambatan pertumbuhan anak di daerah lain.

"Saya sangat bersyukur dengan hadirnya Pak Menteri, kami diberikan saran dan masukan dan ini menjadi motivasi sendiri bagi kami untuk lebih baik," ujar Dony, Jumat (10/2), mengutip ANTARA.

Menurut Dony, aplikasi e-Simpati itu memiliki keakuratan dalam membaca data sehingga bisa mencatat secara rinci kasus sesuai nama dan alamat dari kalangan potensial stunting.

Itu yang kemudian menjadikan alat ini sebagai medium pembantu untuk penanganan stunting di 50 daerah di Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI.

"Dan Sumedang ini dikatakan pak Menteri Kesehatan bisa menjadi percontohan penanganan stunting," katanya.

Kemudian, aplikasi e-Simpati juga memiliki fungsi secara optimal dalam proses pencatatan mulai dari penimbangan berat badan, lingkar kepala sampai tinggi badan balita.

Data itu yang kemudian membantu pihak desa melaporkan kondisi stunting di wilayah, termasuk menyampaikan berbagai kendala dalam penanganan kewilayahan.

Semuanya terangkum secara statistik mengenai desa mana saja yang tinggi angka stunting, data balita dengan kondisi stunting serta analisis penyebab kondisi tersebut.

“Apa yang kami lakukan? Intinya kami menggunakan teknologi sebagai tools, yaitu sistem pemerintahan berbasis elektronik, karena setiap desa ada kendala permasalahan stunting yang berbeda-beda. Kemudian, melalui artificial intelligence kita kasih rekomendasinya," terang Dony.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin turut mengapresiasi adanya aplikasi stunting milik Pemkab Sumedang itu dan meminta izin kepada bupati untuk diterapkan di 50 daerah lainnya.

"Saya sudah minta izin sama pak Bupati kemarin, boleh nggak saya pakai di nasional," ujar Budi

Menurutnya, pemerintah pusat saat ini tengah memperbaiki proses sistem sehingga menjadi satu data sehingga lebih pasti dalam menangkap kondisi stunting.

Senada, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo juga memuji Kabupaten Sumedang karena bisa menangani permasalahan gizi sehingga masuk kategori terbaik se-Jawa Barat.

"Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kabupaten Sumedang, yang memanfaatkan platform teknologi dalam memonitor stunting," kata Presiden saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah se-Indonesia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1) lalu.

 

Rekomendasi