Alami Gangguan Napas hingga Hipertensi, Begini Nasib Korban Gempa Cianjur di Tenda

Para pengungsi yang tinggal di dalam tenda darurat mulai terserang berbagai penyakit, mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare dan hipertensi. Begini nasib mereka di tenda pengungsian.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Alami Gangguan Napas hingga Hipertensi, Begini Nasib Korban Gempa Cianjur di Tenda
Korban gempa Cianjur. ©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Terhitung belasan hari sejak bencana gempa bumi melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bencana itu menelan ratusan korban jiwa dan menyebabkan banyak korban lain mengalami luka-luka.

Penderitaan korban tak berhenti di situ, kini para pengungsi yang tinggal di dalam tenda darurat mulai terserang berbagai penyakit, mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare dan hipertensi.

Merespons kondisi tersebut, tim kesehatan dari kementerian dan sukarelawan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Palang Merah Indonesia (PMI) mendatangi masing-masing posko pengungsian.

"Pelayanan kesehatan diberikan secara rutin setiap hari dengan cara 'mobile' ke masing-masing posko pengungsian, tercatat setiap harinya jumlah pengungsi yang mengeluhkan sakit terus bertambah dari tiap posko tidak kurang dari 85 orang setiap harinya memeriksakan diri," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy di Cianjur, Jumat (2/12/2022).

Posko Pengungsian Tak Memadai

Irvan mengungkapkan, gangguan penyakit yang menyerang para korban gempa bumi itu salah satunya disebabkan oleh kondisi posko pengungsian yang kurang memadai. Dia memastikan para sukarelawan kesehatan sudah memberikan layanan kesehatan ke seluruh posko pengungsian terpusat.

Adapun penyakit yang banyak menyerang para korban gempa bumi penguin posko pengungsian terpusat antara lain ISPA, hipertensi, serta beberapa orang mengalami diare.

“Kami akan lebih fokus terhadap penyakit yang diderita terutama diare dan ISPA karena berhubungan dengan kondisi lingkungan di pengungsian,” ungkap Irvan, dikutip dari Antara.

Sementara itu, pengungsi tenda mandiri mendapatkan pelayanan kesehatan pada masing-masing puskesmas terdekat.

Relawan Kesehatan

Selama masa tanggap darurat bencana, kata Irvan, relawan harus memastikan kekuatan mereka memberi pelayanan kesehatan termasuk memastikan ketersediaan sarana prasarana yang dibawa.

“Sukarelawan yang tercatat di posko kesehatan terpadu di Pendopo Kabupaten Cianjur, sebanyak 3.445 orang, sampai hari ke-12 yang masih aktif sekitar 2.333 orang," tuturnya.

Ribuan relawan kesehatan terdiri dari 263 dokter umum, 680 perawat, 284 bidan, 66 dokter ahli spesialis, 22 terapis, termasuk di antaranya tenaga psikiater.

Rekomendasi