Mahasiswa adalah individu yang menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi ataupun lembaga yang setingkat dengan perguruan tinggi. Mahasiswa juga dikenal memiliki tingkat intelektualitas yang lebih baik dan kritis dalam berpikir.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, mahasiswa adalah seseorang yang belajar di perguruan tinggi dan berada di dalam struktur pendidikan di Indonesia. Mahasiswa juga menjadi status pendidikan yang paling tinggi di antara yang lainnya.
Mahasiswa bukanlah penuntut ilmu biasa. Mereka memiliki peran penting dalam masyarakat yang diharapkan dapat membawa perubahan positif. Bahkan kontribusi mereka dalam perjalanan negeri ini juga tak bisa dianggap remeh.
Dengan pikiran-pikiran mereka yang kritis, keberanian, dan energi yang masih tinggi, mahasiswa menjadi salah satu golongan utama yang sering menyuarakan pendapat dan kegelisahan yang ada di tengah masyarakat dengan lantang. Mereka memiliki idealisme yang masih kuat dan menjadi golongan yang paling dekat dengan masyarakat.
Lantas, apa saja peran fungsi mahasiswa di dalam masyarakat? Berikut kami akan membahas lebih lanjut tentang peran fungsi mahasiswa yang dilansir dari laman pintek.id.
Advertisement
Sebagai Agent of Change
Peran fungsi mahasiswa yang pertama adalah sebagai Agent of Change. Agent of change merupakan peran mahasiswa yang paling sering kita dengar. Peran ini disematkan pada mahasiswa karena mereka dinilai sebagai golongan yang dapat melakukan perubahan-perubahan terkait kebijakan pemerintah melalui serangkaian aksi yang mereka lakukan.
Ya, mahasiswa memang seharusnya menjadi agen perubahan yang berdiri di barisan paling depan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Apabila ada permasalahan dengan pengelola negara ini, peran fungsi mahasiswa sebagai agen of change harus muncul. Anda mungkin bisa melihat contoh nyata dari peran ini dari aksi yang dilakukan mahasiswa di lapangan.
Namun, masih banyak orang yang menganggap jika aktivitas mahasiswa di lapangan adalah kegiatan yang sia-sia. Padahal, mungkin hanya mereka yang berani bergerak lebih dulu untuk merespon sesuatu yang tidak sesuai pada negeri ini. Dan tentunya, aksi mereka adalah upaya untuk membantu masyarakat.
Gerakan mahasiswa ada yang bersifat intelektual dan ada yang sifatnya aksi di lapangan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kedua gerakan ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Sebagai Iron Stock
Peran fungsi mahasiswa yang kedua yaitu sebagai Iron Stock. Maksudnya di sini, mahasiswa dituntut untuk memiliki kepribadian yang baik dan akhlak terpuji sebagai generasi muda bangsa yang nantinya diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan Indonesia.
Bagaimana mungkin seorang mahasiswa yang memiliki nilai intelektualitas tinggi tidak diimbangi dengan akhlak dan perilaku yang baik?
Kecerdasan intelektual memang seharusnya diimbangi dengan kondisi akhlak yang baik sehingga akan lahir generasi mendatang tumbuh berkualitas. Karena Indonesia sendiri mungkin sudah memiliki banyak orang cerdas, namun tidak dengan orang berakhlak.
Advertisement
Sebagai Moral Force
Peran fungsi mahasiswa yang ketiga yakni sebagai Moral Force. Mahasiswa yang dikenal sebagai golongan intelektual juga harus mencerminkan nilai karakter yang baik sesuai dengan tingkatan intelektualnya.
Pendidikan yang membentuk karakter idealnya diimbangi pula dengan perilaku moral yang baik yang ditunjukkan oleh mahasiswa. Ini juga menjadi bekal dalam mewujudkan kehidupan bangsa yang beradab.
Kalangan intelektualnya dengan moral yang tak beradab hanya akan menjadikan negara ini semakin kacau. Para pejabat yang berakhlak bisa lahir dari sosok mahasiswa yang paham dengan perannya sebagai moral force.
Sebagai Guardian of Value
Peran fungsi mahasiswa yang keempat adalah sebagai Guardian of Value. Peran mahasiswa ini maksudnya adalah bagaimana mahasiswa bisa menjaga nilai-nilai kebaikan yang ada di masyarakat. Nilai-nilai seperti kejujuran, gotong royong, empati, keadilan, integritas dan semacamnya adalah hal yang harus dipertahankan di dalam masyarakat.
Mahasiswa memiliki peran untuk bisa mempertahankan nilai-nilai tersebut agar tetap tumbuh dan terpelihara di tengah masyarakat. Untuk mewujudkannya, mahasiswa harus memulainya dengan perbaikan diri sendiri dengan memahami perannya sebagai iron stock yang sebelumnya sudah dijelaskan.
Advertisement
Sebagai Social Control
Peran fungsi mahasiswa yang kelima yaitu sebagai Social Control. Mahasiswa memiliki peran social control yang penting dan signifikan di dalam masyarakat. Salah satu contoh dari penerapan peran ini adalah ketika mahasiswa melakukan upaya kontrol terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro terhadap rakyat.
Dari contoh tersebut kita melihat bagaimana peran mahasiswa untuk melakukan kontrol kepada sesuatu yang bertentangan dengan nilai keadilan di masyarakat.
Meski begitu, upaya kontrol yang dilakukan oleh mahasiswa tetap harus didasarkan pada nilai-nilai idealisme yang ada. Bukan karena iming-iming uang atau kepentingan politik yang mempengaruhinya. Karena tak jarang pula, ada beberapa yang masih melupakan peran ini. Suara kontrolnya hilang karena idealism yang tergadai dengan materi.