Penyebab Stroke Mendadak yang Wajib Diwaspadai, Kenali Gejala yang Muncul

Penyebab stroke mendadak harus diwaspadai oleh setiap orang, terlebih yang memiliki faktor risiko, seperti perokok, orang yang jarang aktif bergerak, memiliki pola diet yang tidak sehat, atau yang riwayat keluarganya memiliki kasus stroke.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Penyebab Stroke Mendadak yang Wajib Diwaspadai, Kenali Gejala yang Muncul
ilustrasi stroke. © familybestcare.com

Penyebab stroke mendadak perlu diwaspadai sebagai langkah antisipasi. Stroke terjadi ketika penyumbatan atau pendarahan pembuluh darah mengganggu atau mengurangi suplai darah ke otak. Ketika ini terjadi, otak tidak bisa menerima oksigen atau nutrisi yang cukup, dan sel-sel otak mulai mati.

Stroke adalah penyakit serebrovaskular. Ini berarti kondisi ini mempengaruhi pembuluh darah yang memberi asupan oksigen ke otak. Jika otak tidak menerima oksigen yang cukup, dapat menimbulkan kerusakan.

Penyebab stroke mendadak harus diwaspadai oleh setiap orang, terlebih yang memiliki faktor risiko, seperti perokok, orang yang jarang aktif bergerak, memiliki pola diet yang tidak sehat, atau yang riwayat keluarganya memiliki kasus stroke.

Karena ini adalah keadaan darurat medis. Jadi, meski stroke dapat diobati, dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat menyebabkan kecacatan atau kematian.

Mengetahui apa yang menjadi penyebab stroke mendadak sangat penting agar kita dapat mengambil langkah untuk mencegahnya. Dalam artikel kali ini, kami akan sampaikan apa saja yang menjadi penyebab stroke mendadak, dilansir dari beberapa sumber.

Penyebab Stroke Mendadak

Penyebab stroke mendadak dapat terjadi ketika aliran darah terganggu karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan fungsi otak.

Penyebab stroke mendadak ini dapat mempengaruhi sebagian tubuh atau pun seluruh tubuh.

Mengutip dari laman Healthline, penyebab stroke mendadak juga bergantung pada jenis stroke yang diderita. Terdapat tiga kategori utama dari stroke, yaitu:

  • serangan iskemik transien (TIA)
  • stroke iskemik
  • stroke hemoragik

Gejala Stroke

Hilangnya aliran darah ke otak dapat merusak jaringan di dalam otak. Gejala stroke akan muncul di bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tersebut.

Semakin cepat seseorang yang menderita stroke mendapatkan perawatan, semakin baik hasilnya. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengetahui tanda-tanda stroke agar bisa bertindak cepat. Gejala stroke dapat meliputi:

  • kelumpuhan
  • mati rasa atau kelemahan di lengan, wajah, dan kaki, terutama di satu sisi tubuh
  • kesulitan berbicara atau memahami orang lain
  • kebingungan, disorientasi, atau kurang responsif
  • perubahan perilaku yang tiba-tiba, terutama peningkatan agitasi
  • masalah penglihatan, seperti kesulitan melihat pada satu atau kedua mata dengan penglihatan menghitam atau kabur, atau penglihatan ganda
  • kesulitan berjalan
  • kehilangan keseimbangan atau koordinasi
  • pusing
  • sakit kepala parah yang tiba-tiba dengan penyebab yang tidak diketahui
  • kejang
  • mual atau muntah

Stroke adalah kondisi yang membutuhkan perhatian medis segera. Perawatan yang tepat adalah kunci untuk mencegah kondisi lanjutan seperti kerusakan otak, kecacatan jangka panjang, hingga kematian.

Cara Mencegah Stroke

Perubahan gaya hidup tidak dapat mencegah semua jenis stroke. Tetapi banyak dari perubahan ini dapat membuat perbedaan signifikan dalam hal menurunkan risiko stroke.

Perubahan tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Berhenti merokok. Jika Anda merokok, berhentilah sekarang untuk menurunkan risiko stroke.
  • Batasi penggunaan alkohol. Konsumsi alkohol berat dapat meningkatkan tekanan darah, yang pada gilirannya meningkatkan risiko stroke.
  • Pertahankan berat badan yang moderat. Kegemukan dan obesitas dapat meningkatkan risiko stroke. Untuk membantu mengatur berat badan, makanlah makanan yang seimbang dan tetap aktif secara fisik. Kedua langkah tersebut dapat menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.
  • Lakukan pemeriksaan rutin. Bicarakan dengan dokter tentang seberapa sering Anda harus memeriksakan tekanan darah, kolesterol, dan kondisi apa pun yang mungkin Anda miliki. Mereka juga dapat mendukung Anda dalam membuat perubahan gaya hidup.
Rekomendasi