Mengenal Ataksia dan Penyebabnya, Gangguan Gerak Tubuh karena Masalah Otak

Ataksia adalah istilah medis yang digunakan ketika ada masalah dengan koordinasi atau kontrol otot. Orang yang menderita ataksia sering mengalami masalah dengan hal-hal seperti gerakan, keseimbangan, dan bicara.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Mengenal Ataksia dan Penyebabnya, Gangguan Gerak Tubuh karena Masalah Otak
Ilustrasi otak. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Ataksia adalah istilah medis yang digunakan ketika ada masalah dengan koordinasi atau kontrol otot. Orang yang menderita ataksia sering mengalami masalah dengan hal-hal seperti gerakan, keseimbangan, dan bicara.

Ataksia dapat memengaruhi berbagai jenis gerak manusia, seperti saat berjalan, makan, berbicara, atau menulis. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya kerusakan pada bagian otak kecil yang mengontrol koordinasi otot atau sambungannya.

Ataksia dapat memengaruhi setiap orang dari segala usia. Kondisi ini dapat memiliki gejala yang bisa memburuk dari waktu ke waktu. Tingkat perkembangannya dapat bervariasi dari orang ke orang dan juga berdasarkan jenis ataksia.

Dalam artikel berikut, kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang penyebab ataksia dan gejalanya, yang dirangkum dari laman Healthline.

Jenis dan Penyebab Ataksia

Kondisi ataksia dapat terjadi karena bawaan, diperoleh sendiri, atau idiopatik.

Ataksia bawaan

Ataksia bawaan dapat berkembang dari mutasi pada gen tertentu yang Anda warisi dari orang tua Anda. Mutasi ini dapat menyebabkan kerusakan atau degenerasi jaringan saraf, yang mengarah pada gejala ataksia.

Beberapa contoh ataksia bawaan adalah:

  • Ataksia spinocerebellar. Ada lusinan jenis ataksia spinocerebellar. Setiap jenis diklasifikasikan berdasarkan area spesifik gen yang bermutasi. Gejala dan usia saat kondisi ini muncul dapat bervariasi tergantung jenis ataksia.
  • Ataksia episodik. Jenis ataksia ini tidak progresif dan malah terjadi dalam beberapa episode. Ada delapan jenis ataksia episodik. Gejala dan lamanya episode ataksia dapat bervariasi menurut jenisnya.
  • Ataksia Friedreich. Juga dikenal sebagai degenerasi spinocerebellar, ataksia Friedreich adalah ataksia bawaan yang paling umum. Selain kesulitan bergerak dan berbicara, pelemahan otot juga bisa terjadi ketika mengalami kondisi ini. Jenis ataksia ini juga dapat mempengaruhi jantung.
  • Ataksia telangiectasia. Orang dengan ataksia telangiectasia biasanya memiliki pembuluh darah yang melebar di mata dan wajah mereka. Selain gejala khas tersebut, penderita ataksia ini juga lebih rentan terhadap infeksi dan kanker.

Ataksia yang diperoleh sendiri

Ataksia juga bisa diperoleh sendiri. Kondisi ini terjadi karena ada kerusakan saraf dari faktor eksternal, seperti cedera, yang bertentangan dengan gen yang diturunkan.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan ataksia ini antara lain:

  • cedera kepala
  • stroke
  • tumor yang memengaruhi otak dan daerah sekitarnya
  • infeksi, seperti meningitis, HIV, dan cacar air
  • cerebral palsy
  • kondisi autoimun, seperti multiple sclerosis dan sindrom paraneoplastic
  • tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme)
  • kekurangan vitamin, termasuk vitamin B12, vitamin E, atau tiamin
  • reaksi terhadap obat-obatan tertentu, seperti obat penenang, kemoterapi, dan obat anti kejang
  • keracunan dari logam berat, seperti timbal atau merkuri, atau pelarut, seperti pengencer cat
  • gangguan penggunaan alkohol jangka panjang

Ataksia idiopatik

Ataksia kadang terjadi tanpa ada penyebab spesifik yang dapat ditemukan. Dalam kasus ini, ataksia tersebut dikenal sebagai idiopatik.

Gejala Ataksia

Beberapa gejala ataksia yang paling umum dapat meliputi:

  • masalah dengan koordinasi dan keseimbangan, yang dapat mencakup kecanggungan, gaya berjalan yang tidak stabil, dan sering jatuh
  • masalah dengan tugas motorik halus, seperti menulis, mengambil benda-benda kecil, atau mengancingkan pakaian
  • bicara cadel atau tidak jelas
  • tremor atau kejang otot
  • kesulitan makan atau menelan
  • gerakan mata yang tidak biasa, seperti gerakan mata yang lebih lambat dari biasanya atau nistagmus, sejenis gerakan mata yang tidak disengaja

Penting untuk diingat bahwa gejala ataksia dapat bervariasi menurut jenis ataksia serta tingkat keparahannya.

Pengobatan Ataksia

Pengobatan tergantung pada jenis ataksia dan seberapa parah kondisi ini. Dalam beberapa kasus ataksia yang diperoleh sendiri, mengobati penyebab yang mendasarinya, seperti infeksi atau kekurangan vitamin, dapat meredakan gejala.

Tidak ada obat untuk berbagai jenis ataksia. Namun, ada beberapa intervensi yang dapat membantu meringankan atau mengelola gejala ataksia dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Cara tersebut antara lain adalah:

  • Obat-obatan. Beberapa obat dapat membantu mengobati gejala yang terjadi bersama ataksia. Contohnya meliputi:
  • amitriptyline atau gabapentin untuk nyeri saraf
  • relaksan otot untuk kram atau kekakuan
  • antidepresan untuk depresi
  • Perangkat bantu. Alat bantu dapat mencakup hal-hal seperti kursi roda dan alat bantu jalan untuk membantu mobilitas. Alat bantu komunikasi dapat membantu dalam berbicara.
  • Terapi fisik. Terapi fisik dapat membantu mobilitas dan keseimbangan. Ini juga dapat membantu Anda mempertahankan kekuatan dan fleksibilitas otot.
  • Terapi bicara. Dengan jenis terapi ini, terapis akan mengajari Anda teknik untuk membantu membuat bicara Anda lebih jelas.
  • Terapi okupasi. Terapi okupasi mengajarkan Anda berbagai strategi yang dapat Anda gunakan untuk mempermudah aktivitas Anda sehari-hari.
Rekomendasi