Jadi Musisi Terkenal, Erix Soekamti Ungkap Alasan Tak Mau Berkarier di Ibukota

Penikmat musik Tanah Air tentu tidak asing lagi dengan nama Erix Soekamti. pria kelahiran Surabaya 1 April 1980 ini mulai mencuat saat mendirikan grup band Endank Soekamti pada 2011 lalu. selama berkarier di dunia tarik suara Erix telah banyak menciptakan lagu hits.

Miftahul Arifin
Oleh Miftahul Arifin - Reporter
Jadi Musisi Terkenal, Erix Soekamti Ungkap Alasan Tak Mau Berkarier di Ibukota
erix soekamti dan new veloz 2019. ©2019 Merdeka.com

Penikmat musik Tanah Air tentu tidak asing lagi dengan nama Erix Soekamti. Pria kelahiran Surabaya, 1 April 1980 ini mulai dikenal saat mendirikan grup band Endank Soekamti pada 2011 lalu. Selama berkarier di dunia tarik suaraErix Soekamti telah banyak menciptakan lagu hits.

Meski kini sudah menjadi musisi yang cukup populer di Indonesia, namun rupanya penyanyi 41 tahun ini memiliki alasan tersendiri untuk tidak melanjutkan kariernya di Jakarta seperti musisi atau artis pada umumnya. Berikut selengkapnya.

Bersyukur Dibesarkan di Yogyakarta

Meski lahir di Surabaya Jawa Timur, Erix bersyukur dibesarkan di Yogyakarta. Hal itu disampaikan dalam video wawancara bersama Helmy Yahya yang diunggah pada Sabtu (24/4). Menurut Erix,daerah yang terkenal dengan kuliner Gudeg ini merupakan miniatur Indonesia.

"Saya bersyukur sekali dibesarkan di Yogyakarta, seperti miniatur Indonesia Jogja itu, referensi dateng tu cepet, bikin format musiknya itu jelas beda" ucap Erix.

Tidak Betah Hidup di Jakarta

Selain itu, Erix juga menjelaskan jika Ia merasa tidak betah tinggal di Jakarta. Hal itu lah yang melatarbelakangi mengapa dirinya tidak mau melanjutkan karier ke ibu kota layaknya musisi atau artis top pada umumnya yang banyak menuai kesuksesan di sana.

"Nggak pernah mau pindah ke Jakarta mas?" tanya Helmy.

"Sudah pernah pindah ke Jakarta waktu itu bikin project Sopo Jarwo. Sebulan saja udah enggak betah," jawab Erix.

Banyak Aturan

Alasan lain yang membuat Erix tidak mau hijrah ke ibu kota karena lingkungan kerja yang menurutnya banyak aturan. Hal tersebut membuat dirinya tidak bisa bebas untuk menjalankan aktivitas seperti biasanya.

"Karena kebiasaan kali ya. Di sini bisa jalan seenaknya, janjian seenaknya. Kalau di Jakarta mau ke mana-mana harus dijadwalkan dulu. Kalau di sini kan dateng-dateng aja," jelas Erix.

Rekomendasi