Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan momen berharga bagi setiap Muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia. Namun dalam menjalani ibadah puasa setiap orang mengalami tantangan tersendiri, salah satu hal yang kerap dihadapi adalah insomnia.
Menunggu waktu sahur atau khawatir tidak terbangun saat sahur atau paginya harus mulai beraktivitas, membuat banyak orang memilih untuk tidak tidur sekalian. Kebiasaan tersebut membuat beberapa orang jadi mengalami gangguan tidur, seperti insomnia.
Insomnia merupakan kondisi di mana seseorang merasa sangat sulit untuk tidur, sulit untuk tidur nyenyak atau keduanya. Kondisi ini bahkan bisa terus berlanjut dan menjadi kronis sehingga membuat seseorang sama sekali tidak bisa tidur, bahkan pada saat ia ingin tidur. Jika mengalami gangguan tidur seperti ini maka biasanya ia bangun tidur dalam keadaan lelah. Akibatnya aktivitas di keesokan harinya akan terganggu.
Beberapa tanda insomnia yang kerap dirasakan seperti sulit tidur meskipun merasa lelah, terbangun berkali-kali di malam hari, tidur tidak pulas, bangun terlalu cepat, mengantuk di siang hari, merasa lemas dan lelah serta susah konsentrasi.
Padahal, mendapat kualitas tidur yang baik merupakan salah satu jalan membuat tubuh tetap bugar saat berpuasa. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara mencegah insomnia itu sendiri.
Lebih jauh, berikut 8 cara mencegah insomnia selama bulan puasa yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com pada Selasa, (27/04/2021).
Advertisement
Jangan Banyak Makan Sebelum Tidur
Cara mencegah insomnia selama bulan puasa yang pertama adalah jangan banyak makan sebelum tidur. Mungkin hal ini sulit bagi beberapa orang, namun jika memang harus makan, ada baiknya mengonsumsi camilan sehat seperti buah menjelang waktu tidur. Usahakan untuk membatasi konsumsi cairan sebelum waktu tidur, tujuannya agar tidak terbangun di tengah malam untuk buang air kecil.
Advertisement
Hindari Kafein dan Nikotin
Cara mencegah insomnia saat bulan puasa berikutnya dengan menghindari konsumsi kafein dan nikotin. Sebab, kedua stimulan ini akan membuat kamu jadi terjaga jauh lebih lama dari seharunya. Jika kamu tidak bisa menghindari konsumsi kafein seperti kopi maka pastikan kamu meminumnya 5-6 jam sebelum tidur agar tidak memengaruhi jam istirahatmu.
Advertisement
Lakukan Olahraga di Sore Hari
Selain menghindari konsumsi kafein dan nikotin, cara mencegah insomnia saat bulan puasa lainnya dengan melakukan olahraga di sore hari. Meskipun demikian, kamu bisa melakukan olahraga yang berat karena rawan memicu stres. Saat sedang berpuasa pastikan kamu memilih olahraga yang ringan saja karena hal tersebut akan memberi tubuh cukup waktu untuk merasa rileks.
Advertisement
Jangan Tidur Siang Berlebihan
Saat menjalani ibadah puasa apalagi di situasi pandemi Corona yang mengharuskan semua orang untuk berada di rumah saja tidak menutup kemungkinan membuat kita lebih mudah mengantuk terutama di siang hari karena sedikitnya aktivitas.
Tidur saat menjalani ibadah puasa memang bernilai ibadah. Hanya saja, lain ceritanya jika hal tersebut dilakukan secara berlebihan. Dalam hal insomnia, berlebihan tidur siang justru akan membuat kamu semakin sulit mengantuk dan berpotensi mengganggu rutinitas tidur di malam hari. Memiliki rutinitas tidur yang normal membuat hidup lebih teratur.
Maka dari itu, gantilah keinginan tidur siang dengan rutinitas sehat seperti bangun lebih awal atau untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
Advertisement
Pastikan Kamar Tidur Memiliki Ventilasi yang Baik
Di musim panas, malam hari pun udaranya terasa pengap dan sesak. Hal ini bisa membuat kamu sulit untuk tertidur nyenyak.
Jika kamar kamu tidak dilengkapi pendingin udara, pastikan kamar kamu mendapatkan cukup udara dan berventilasi baik. Buka jendela, bersihkan debu dari permukaan kamar, dan ganti seprei dan sarung bantal dengan yang bersih sehingga udara akan terasa lebih segar.
Advertisement
Tidur di Kasur yang Padat
Selain memastikan kamar memiliki ventilasi yang baik, cara mencegah insomnia saat bulan puasa juga bisa kamu lakukan dengan tidur di atas kasur yang padat. Barang kali kita semua tahu bahwa kebanyakan orang Jepang tidur di lantai.
Penduduk Pakistan juga tidur di dipan kayu. Keduanya memang tidak terdengar mewah, tapi keduanya sebenarnya adalah cara terbaik untuk mendapatkan pola tidur yang sehat. Permukaan yang padat memberikan dukungan yang lebih baik bagi otot, terutama otot dan sendi yang pegal dan nyeri.
Advertisement
Atur Pencahayaan Kamar Senyaman Mungkin
Tambah pencahayaan alami untuk kamar tidur kamu di siang hari. Buka gorden dan penutup jendela. Namun di malam hari, tutup semua jendela dan layar yang akan memancarkan cahaya.
Matikan semua gawai satu jam sebelum tidur. Jika kamu memiliki kebiasaan tidur dengan cahaya gelap maka matikan semua gawai satu jam sebelum tidur. Namun, jika kamu tidak cukup terbiasa tidur dengan lampu yang gelap maka kamu bisa menggunakan lampu tidur yang redup agar kamu merasa lebih rileks dan mudah terlelap dengan nyenyak.
Advertisement
Jauhkan Gadget dari Jangkauan saat Tidur
Cara mencegah insomnia saat bulan puasa selanjutnya dengan menjauhkan gadget dari jangkauan kamu saat tidur. Sebab, sedikit banyak gadget akan menurunkan kualitas tidur seseorang. Jika kamu meletakkannya dekat dengan tempat tidur bukan tidak mungkin kamu akan kesulitan untuk terlelap karena selalu ingin melihat gadget setiap hendak memejamkan mata.
Advertisement
Meditasi
Berdasar penelitian tahun 2011 menemukan jika meditasi mampu perbaiki insomnia dan juga meningkatkan kualitas tidur. Meditasi sendiri bisa berupa duduk diam serta latihan pernapasan. Selain sebagai cara mengatasi insomnia, tindakan tersebut juga bisa meningkatkan konsentrasi, mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh, serta menurunkan stres.