Manfaat Beristirahat untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mempertajam Memori

Seseorang tidak hanya disarankan untuk beristirahat 7-9 jam per malam tetapi juga penting untuk memperhatikan kualitas tidurnya yakni kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah gelisah, lesu, apatis atau kelopak mata bengkak.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Manfaat Beristirahat untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Mempertajam Memori
Ilustrasi tidur. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Istirahat atau tidur yang cukup merupakan kebutuhan setiap orang agar tubuh dapat berfungsi secara normal. Maslow mengatakan kebutuhan fisiologis dasar manusia terdiri atas hygiene, nutrisi, tidur, kenyamanan, oksigenasi, dan eliminasi. Kebutuhan fisiologis sendiri merupakan kebutuhan dasar yang paling penting dan esensial, karena ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka manusia tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya.

Kebutuhan istirahat dan tidur setiap orang berbeda-beda sesuai tahap perkembangan aktivitas yang dijalani. Dewasa muda sering mengalami kesulitan tidur hingga larut malam, terbangun di pagi buta sehingga mengalami jam tidur yang tidak beraturan. National Sleep Foundation merekomendasikan bahwa usia dewasa muda atau (18-25 tahun) membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per malam.

Seseorang tidak hanya disarankan untuk beristirahat 7-9 jam per malam tetapi juga penting untuk memperhatikan kualitas tidurnya yakni kepuasan seseorang terhadap tidur. Sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, mudah gelisah, lesu, apatis atau kelopak mata bengkak.

Beristirahat bukan saja akan membuat tubuh kamu lebih berenergi tetapi juga baik untuk kesehatan kamu. Berikut ini informasi lengkap mengenai manfaat beristirahat untuk kesehatan tubuh, salah satunya mempertajam memori telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan scholar.unand.ac.id.

1. Mempertajam Memori

Manfaat beristirahat untuk kesehatan yang pertama adalah dapat mempertajam memori. Kurang istirahat dan tidur diduga bisa memicu cepat pikun. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa ketika tidur, otak memproses, memperkuat, dan menggabungkan ingatan dari sepanjang hari. Jika kurang tidur, ingatan-ingatan tersebut tidak bisa disimpan dengan benar dalam otak dan bisa hilang.

Tidur selama tujuh sampai delapan jam dapat membuat kamu mengalami semua tahap tidur. Dua fase tidur, yaitu fase REM dan slow wave sleep dapat melancarkan proses mengingat dan berpikir kreatif.

2. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat beristirahat untuk kesehatan berikutnya adalah dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Saat tidur, sistem kekebalan tubuh akan mengeluarkan senyawa yang disebut sitokin. Senyawa ini memiliki efek perlindungan pada sistem kekebalan tubuh dengan membantu melawan peradangan dan infeksi.

Tanpa tidur cukup, kamu tidak memiliki cukup sitokin untuk menghalangi tubuh dari sakit. Menurut penelitian terhadap 150 orang, tidur tujuh jam atau kurang dari tujuh jam dalam sehari diduga membuat tubuh lebih rentan terserang sakit.

3. Terhindar dari Berbagai Penyakit

Manfaat beristirahat untuk kesehatan juga bisa membuat kamu terhindari dari berbagai penyakit. Jam tidur yang kurang diduga dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, jantung, stroke, tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur, hormon stres naik, dan diabetes.

Tidur yang cukup bisa memengaruhi reaksi tubuh terhadap insulin, yaitu hormon yang mengontrol tingkat glukosa atau gula darah. Sedangkan, kurang tidur membuat kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal. Akibatnya, kamu pun lebih rentan terserang diabetes.

4. Membantu Pertumbuhan Badan

Memiliki waktu istirahat yang cukup juga dapat membantu pertumbuhan badan yang sehat. Tidur yang nyenyak memicu tubuh melepaskan hormon yang mendukung pertumbuhan normal pada anak-anak dan remaja.

Hormon tersebut juga membantu memperbaiki sel-sel dan jaringan, serta meningkatkan massa otot pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Selain itu, istirahat dan tidur juga memegang peranan dalam pubertas dan kesuburan.

5. Membuat Panjang Umur

Lama dan kualitas tidur cukup berperan dalam memperpanjang umur. Terlalu banyak atau kurang tidur ternyata dapat dikaitkan dengan harapan hidup seseorang, meskipun hal ini juga bisa dipengaruhi oleh berbagai hal seperti penyakit.

Fakta mengejutkan dari sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam cenderung berisiko mengalami kematian dini sebesar 12 persen.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang yang mengurangi waktu tidur dari tujuh jam menjadi lima jam atau kurang memiliki 1,7 kali risiko kematian lebih cepat. Maka secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa salah satu manfaat tidur cukup bagi kesehatan adalah memanjangkan harapan hidup.

6. Meningkatkan Suasana Hati

Tak hanya dapat membuat panjang umur, manfaat beristirahat juga bisa meningkatkan suasana hati. Kurang istirahat dan tidur dapat membuat kamu menjadi cepat marah, tidak sabar, sulit berkonsentrasi, murung, stres, dan depresi. Terlalu sedikit tidur juga dapat membuat kamu terlalu lelah melakukan hal-hal yang diinginkan.

7. Mengendalikan Nafsu Makan

Manfaat beristirahat untuk kesehatan berikutnya adalah dapat mengendalikan nafsu makan. Tidur memengaruhi tubuh dalam memproses dan menyimpan karbohidrat. Caranya dengan menjaga hormon yang membuat kita merasa lapar (ghrelin) atau kenyang (leptin) tetap seimbang.

Saat tidur di malam hari, kebutuhan kalori akan berkurang karena minimnya pergerakan. Hal inilah yang membuat kebutuhan energi menjadi menurun. Jika kamu tidak cukup tidur, hormon ghrelin akan naik sedangkan hormon leptin akan turun. Akibatnya, kamu akan merasa kelaparan.

Tidak hanya untuk orang dewasa, kurang tidur juga bisa memengaruhi kesehatan anak-anak. Sebuah studi tahun 2014 menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang tidur mengalami risiko obesitas dan peningkatan indeks massa tubuh (IMT).

Rekomendasi