Tagih Komitmen Indonesia di COP21, Kelompok Anak Muda Ini Gelar Aksi Digital Unik

Jelang KTT Climate Ambition Summit 2020 yang akan digelar besok, Sabtu (12/12) secara daring, tagar #FightFor1Point5 ramai di media sosial, khususnya Twitter. Aksi ini merupakan aksi digital yang diinisiasi oleh sekelompok anak muda di seluruh dunia, yang peduli terhadap krisis iklim.

Siwi Nur Wakhidah
Oleh Siwi Nur Wakhidah - Reporter
Tagih Komitmen Indonesia di COP21, Kelompok Anak Muda Ini Gelar Aksi Digital Unik
Aksi XR Indonesia. ©2020 Merdeka.com/DOK. XR Indonesia

Jelang KTT Climate Ambition Summit 2020 yang akan digelar besok, Sabtu (12/12) secara daring, tagar #FightFor1Point5 ramai di media sosial, khususnya Twitter. Aksi ini merupakan aksi digital yang diinisiasi oleh sekelompok anak muda di seluruh dunia, yang peduli terhadap krisis iklim.

Di Indonesia, aksi ini dipelopori tiga kelompok anak muda sadar iklim, Extinction Rebellion Indonesia (XR), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Jaga Rimba. Melalui siaran pers bersamanya, mereka menuntut keseriusan pemerintah Indonesia dalam menangani persoalan iklim.

Indonesia telah menandatangani Persetujuan Paris pada COP-21, 2015 silam. Dalam persetujuan itu, Indonesia menyatakan komitmen untuk mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 29% di bawah Business As Usual (BAU) pada tahun 2030 dan sampai dengan 41% dengan bantuan internasional.

Namun, menurut Novita, perwakilan dari Extinction Rebellion Indonesia, pemerintah dinilai kurang serius dalam menjalankan komitmen tersebut.

"Janji Indonesia dalam pemenuhan Persetujuan Paris yang dikomunikasikan dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dengan target 29% atau 41% bila bekerja sama dengan internasional hanyalah janji semata," jelas Novita dalam siaran pers, Jumat (11/12).

Untuk menyuarakan aspirasi mereka, tiga kelompok anak muda ini menggelar aksi digital yang terbuka bagi siapa saja. Greta Thunberg, aktivis muda yang vokal menyuarakan permasalahan iklim dan lingkungan, ikut meramaikan aksi ini. Lewat unggahan di akun Twitter-nya, Greta menuliskan pesan.

"School strike week 121. Tomorrow marks 5 yrs since the Paris Agreement. 5 yrs of inaction and creating loopholes. We can’t go on like this. Time to move from distant ”net zero” targets to real zero with binding, annual CO2 budgets starting now. #FightFor1Point5 #fridaysforfuture (Aksi 'School Strike' pekan 121. Besok tepat lima tahun sejak Persetujuan Paris. Lima tahun tidak bertindak dan membuat celah. Kita tidak bisa seperti ini terus. Saatnya untuk beralih dari 'nol bersih' ke nol yang lebih nyata dengan anggaran CO2 tahunan meningkat mulai sekarang)" tulis aktivis muda ini.

Hingga saat ini, aksi digital #FightFor1Point5 masih terus berlanjut dan diikuti oleh publik yang didominasi anak muda.

"Kami yakin, kami masih punya harapan jika pemerintah, industri dan para pemangku kebijakan lainnya bersatu untuk menempatkan krisis iklim sebagai krisis dan bertindak bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas," tambah Salsabila dari Jaga Rimba, Jumat (11/12).

Rekomendasi