Dari banyaknya jenis buah, jeruk adalah salah satu buah populer yang menjadi favorit bagi banyak orang. Buah yang terkenal dengan vitamin C nya ini juga hampir selalu terpajang di tempat penjual buah. Kepopuleran buah berwarna oranye ini tidak lepas dari rasanya yang segar sehingga cocok dijadikan sebagai camilan sehat.
Seperti buah pada umumnya, jeruk tidak hanya lezat dan menyegarkan, tapi juga memiliki banyak kandungan nutrisi yang penting untuk kesehatan. Mungkin kita hanya mengenal vitamin C sebagai kandungan dari buah jeruk. Faktanya, kandungan buah jeruk tidak hanya sekedar vitamin C, tapi juga dilengkapi dengan berbagai nutrisi lainnya.
Selain vitamin C, kita juga bisa menemukan serat, kalsium, kalium, thiamin, dan folat dalam buah jeruk. Kandungan nutrisi tersebut tentu sangat berguna untuk melengkapi kebutuhan nutrisi, sekaligus mendukung kesehatan kita.
Lalu, apa saja manfaat buah jeruk ini bagi kesehatan? Berikut, telah kami rangkum dari stylecraze.com, beberapa manfaat buah jeruk yang akan berguna bagi kesehatan tubuh:
Advertisement
Membantu Menurunkan Berat Badan
Manfaat buah jeruk yang pertama adalah untuk membantu menurunkan berat badan. Laporan menunjukkan bahwa serat dalam jeruk dapat meningkatkan rasa kenyang, sehingga dapat berkontribusi pada penurunan berat badan. Jeruk utuh diketahui meningkatkan rasa kenyang lebih baik daripada jus jeruk (yang tidak mengandung serat).
Serat dalam jeruk bisa membuat Anda kenyang, dan pada akhirnya, hanya akan makan lebih sedikit. Anda bisa mengganti makanan penutup dengan buah rendah kalori ini.
Mencegah Penuaan Kulit
Manfaat buah jeruk yang kedua yaitu untuk mencegah penuaan kulit. Jeruk, seperti kebanyakan buah jeruk lainnya, dapat membantu mencegah kerusakan kulit akibat UV. Dalam penelitian pada tikus, konsumsi ekstrak jeruk mentah dapat menurunkan kedalaman keriput dan memperlambat degradasi kolagen.
Jeruk mengandung asam organik, mineral, vitamin C, dan flavonoid. Kandungan nutrisi ini bisa berperan untuk menjaga kesehatan kulit.
Beberapa bukti anekdot menunjukkan bahwa aplikasi jeruk topikal juga dapat menyehatkan kulit. Kandungan airnya juga dapat melembapkan kulit dan mempercepat produksi kolagen. Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk membuktikan hal ini.
Mengatur Tingkat Tekanan Darah
Manfaat buah jeruk yang ketiga adalah untuk mengatur tingkat tekanan darah. Jeruk kaya akan kalium, sehingga dinilai dapat membantu mengatur tekanan darah. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jus jeruk komersial mungkin memiliki efek signifikan pada tekanan darah dan penyakit terkait lainnya.
Advertisement
Menurunkan Tingkat Kolesterol
Manfaat buah jeruk yang keempat yakni dapat menurunkan tingkat kolesterol. Asupan jus jeruk dalam jangka panjang dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol pada pria dan wanita. Jusnya dinilai bisa menurunkan kadar kolesterol total dan kadar kolesterol jahat.
Jeruk kaya akan serat (pektin). Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa serat ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol di hati dan serum.
Serat juga dapat mencegah saluran pencernaan Anda menyerap kolesterol. Selain serat, kandungan lainnya seperti vitamin C, kalium, dan flavonoid dalam buah juga dapat membantu menurunkan kolesterol.
Mendukung Kesehatan Jantung
Manfaat buah jeruk juga baik untuk kesehatan jantung. Studi menunjukkan bahwa makanan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, dapat membantu mencegah penyakit jantung dengan menjaga kadar kolesterol tetap rendah.
Vitamin C dalam buah ini juga mencegah penggumpalan darah. Ini akan mencegah trombosis (pembekuan darah lokal) dan mengurangi risiko serangan jantung. Kalium dalam jeruk, seperti yang telah dibahas, dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Membantu Pengobatan Diabetes
Dalam sebuah penelitian di Nigeria, jeruk, bersama dengan buah-buahan lainnya, dianggap aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Ini ada hubungannya dengan respons glikemik sehat yang dimiliki buah di dalam tubuh.
Bulir dalam buahnya berfungsi sebagai sumber serat yang bagus. Serat membantu memperlambat penyerapan gula dan meningkatkan kadar gula darah.
Namun, belum ada penelitian apakah serat jeruk, khususnya, membantu menurunkan kadar glukosa darah. Beberapa orang percaya indeks glikemik jeruk yang moderat dapat membantu diabetes, tetapi ini juga belum terbukti. Untuk sepenuhnya menyerap serat, hindari jus yang diekstraksi, dan pilih buah utuh
Advertisement
Mencegah Batu Ginjal
Manfaat buah jeruk bisa berguna untuk organ ginjal. Kekurangan sitrat dalam urin bisa menyebabkan batu ginjal. Jeruk (dan jusnya) dapat membantu meningkatkan kadar sitrat dalam urin Anda, sehingga dapat mengurangi risiko batu ginjal. Jeruk (dan sarinya) juga mengandung kalsium yang dapat mengurangi risiko terkena batu ginjal.
Membantu Mengobati Anemia
Vitamin C dalam jeruk dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Zat besi tidak dapat diserap sepenuhnya di dalam tubuh tanpa bantuan vitamin C. Dengan konsumsi setidaknya satu jeruk setiap hari dapat membantu pengobatan.
Jeruk juga mengandung asam folat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa nutrisi ini dapat membantu mencegah anemia megaloblastik, kelainan darah yang menyebabkan kelelahan.
Meningkatkan Kekebalan
Jeruk kaya akan vitamin C. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa nutrisi ini dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Meskipun tidak ada penelitian langsung yang menyatakan jeruk dapat meningkatkan kekebalan, kandungan vitamin C di dalamnya dipercaya dapat membantu masalah ini.
Buah-buahan mengandung banyak nutrisi penting lainnya seperti folat dan tembaga, yang juga dapat meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh.
Meningkatkan Kesehatan Mata
Manfaat buah jeruk yang terakhir adalah dapat meningkatkan kesehatan mata. Anda pasti pernah mendengar bagaimana buah dan sayuran berwarna oranye meningkatkan kesehatan mata dan melindungi penglihatan.
Makan jeruk dapat memberikan manfaat pada mata yang signifikan karena flavonoid di dalamnya membantu meningkatkan kesehatan penglihatan. Studi menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi jeruk ditemukan memiliki penurunan risiko degenerasi makula terkait usia.