Gejala Awal Stroke yang Harus Diwaspadai, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Stroke merupakan keadaan darurat medis yang serius. Sekitar 30 % dari penderita stroke meninggal dalam jangka waktu tiga bulan. Stroke juga tercatat sebagai penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker. Istilah medis dari stroke adalah penyakit pembuluh darah otak.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
Gejala Awal Stroke yang Harus Diwaspadai, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
ilustrasi stroke. ©www.wikinut.com

Stroke merupakan keadaan darurat medis yang serius. Sekitar 30 % dari penderita stroke meninggal dalam jangka waktu tiga bulan. Stroke juga tercatat sebagai penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker.

Istilah medis dari stroke adalah penyakit pembuluh darah otak. Hal ini terjadi ketika pasokan darah ke otak berkurang atau terhambat karena hal-hal tertentu, yang mengarah ke kurangnya kadar oksigen dalam sel-sel otak secara mendadak.

Hanya dalam beberapa menit sel-sel otak bisa rusak dan kehilangan fungsinya. Kerusakan otak ini dapat mempengaruhi fungsi tubuh yang dikendalikan oleh bagian sel-sel otak yang rusak tersebut.

Dari segi usia 72% pasien stroke berumur di atas 65 tahun, namun seiring dengan perubahan gaya hidup maka stroke juga bisa terjadi pada usia lebih muda. Salah satu cara untuk mencegah penyakit stroke adalah dengan menghindari faktor risiko yang bisa menyebabkan stroke seperti riwayat penyakit jantung, kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, merokok, yang mana semuanya itu terjadi karena keengganan kita untuk menerapkan pola hidup sehat.

Cari tahulah sebanyak mungkin informasi mengenai penyakit stroke terutama gejala awal yang muncul agar kamu bisa segera mengenalinya sedini mungkin. Berikut ini gejala awal stroke yang harus diwaspadai, kenali penyebab dan cara mengatasinya telah dirangkum merdeka.com melalui kemenkes.go.id dan ha.org.hk.

Gejala Awal Stroke

Jika kamu mengalami tanda-tanda berikut ini maka segera konsultasikan ke dokter karena bisa jadi kamu berisiko terkena stroke, yaitu sebagai berikut:

  • Mengalami kesulitan untuk berbicara
  • Sensasi mata rasa secara tiba-tiba dan bersifat sementara, misalnya kelemahan atau kelumpuhan salah satu lengan, satu kaki atau setengah dari wajah yang umumnya terjadi di sisi yang sama.
  • Mengalami penurunan kualitas penglihatan
  • Sakit kepala parah secara tiba-tiba
  • Tubuh tidak seimbang, mudah terjatuh tiba-tiba
  • Sering pingsan
  • Inkontinensia yakni buang air kecil secara spontan

Penyebab Stroke

Stroke dibagi menjadi dua jenis utama, tergantung pada penyebabnya yaitu:

1. Stroke Iskemik

Stroke jenis ini kerap disebabkan oleh trombosis serebral atau gumpalan darah yang terbentuk di dalam pembuluh otak dan relatif umum terjadi, lebih dari 70% kasus stroke merupakan jenis iskemik. Aterosklerosis serebral juga dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah di arteri serebral atau bekuan darah bisa terbentuk di jantung atau arteri karotis di leher.

Gumpalan darah bisa terangkut hingga pembuluh otak distal dan memblokir aliran darah. Penyakit jantung, termasuk aritma (detak jantung yang tidak normal), masalah katup jantung, dan penyakit jantung koroner, bisa menyebabkan stroke.

2. Stroke Hemoragik

Stroke ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Kasus stroke ini paling sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi yang berlangsung secara terus-menerus. Ada juga kasus di mana pembuluh darah pada permukaan jaringan otak yang pecah.

Kasus stroke ini dikaitkan dengan penyakit pembuluh darah otak bawaan, misalnya aneurisma arteri serebral atau malformasi arteriovenosa. Darah akan keluar di bawah ruang arachnoid (ruang antara jaringan otak dan tengkorak) dan menekan jaringan otak. Selain itu, pembuluh darah akan menyempit setelah terjadi pendarahan, yang ikut mengurangi laju aliran darah.

Kedua iskemia (aliran darah yang tidak memadai ke bagian tubuh, yang disebabkan penyumbatan pembuluh darah) dan pendarahan bisa menghalangi jaringan otak menerima nutisi dan oksigen yang memadai. Neuron yang terpengaruh akan mati sehingga dapat menimbulkan berbagai macam gejala neurologis.

Cara Mengatasinya

  • Melakukan pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat, mencegah kejadian stroke awal melalui identifikasi faktor risiko dan mengobati faktor-faktor risiko tersebut.
  • Melakukan pengobatan medis untuk mencegah kekambuhan stroke pada pasien yang pernah mengalami stroke/TIA dan juga tetap mengobati faktor-faktor risiko yang memicu kembalinya stroke.
  • Hindari risiko dengan melakukan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
  • Tingkatkan awareness terhadap kesehatan tubuh
  • Lakukan pemeriksaan rutin bagi kamu yang memiliki keluarga dengan riwayat stroke
Rekomendasi