Kisah Abah Muchtar, Dahulu Ngamen Bersama Istri Kini Hanya Ditemani Boneka Joget

Pria berusia 64 tahun tersebut setiap pagi hingga sore hari kerap mempertontonkan aksinya dalam memainkan boneka marionette raksasa berukuran 1 meter an di pinggir jalan Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat itu. Di sana ia memainkan boneka besar itu demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Kisah Abah Muchtar, Dahulu Ngamen Bersama Istri Kini Hanya Ditemani Boneka Joget
Abah Muchtar. Youtube Fery Bangkit Rizki ©2020 Merdeka.com

Jika kebetulan kita sedang melintas di kawasan jalan raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pasti tidak asing dengan sosok boneka yang biasa berjoget di pinggir jalan kawasan tersebut.

Kedua baris boneka marionette mulai tampak berjoget dengan diiringi lagu dangdut remix yang perlahan mulai terdengar di tengah bisingnya lalu lintas kawasan jalan raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang ikut menyemarakkan suasana siang tersebut.

Melalui kendali Abah Muchtar, boneka berjenis marionette itu cukup menarik perhatian lantaran penampilannya yang berjoget sembari diiringi alunan musik dangdut remix ceria.

Pria berusia 64 tahun tersebut setiap pagi hingga sore hari kerap mempertontonkan aksinya dalam memainkan boneka kendali manual itu sembari mencari sesuap nasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di masa serba sulit seperti sekarang ini.

Sempat Ditemani Almarhum Sang Istri

Melansir dari channel YouTube HeyVan88chennal, tahun lalu pria berambut panjang dan putih itu juga sempat viral. Hal ini lantaran memainkan boneka marionette untuk membiayai pengobatan istrinya yang mengalami gejala stroke.

Bahkan dengan menggunakan kursi roda tuanya, sang istri pun selalu setia menemani pria yang juga seniman itu. Namun takdir berkata lain, sang istri telah dipanggil yang Maha Kuasa. Hingga akhirnya kini ia mengamen sendiri dan hanya ditemain boneka yang setia ia mainkan.

Setiap hari, Abah Muchtar ini akan mengadakan atraksi dengan boneka-bonekanya mulai pukul 08.00 WIB pagi hingga 16.00 WIB sore.

Menggunakan Tali Katrol Sebagai Kendali

Untuk mengendalikan boneka setinggi 1 meter-an tersebut, Abah Muchtar menggunakan tali yang dikaitkan menggunakan katrol. Layaknya seorang dalang, tangan rentanya masih sangat lihai mengendalikan gerakan tari dari marionette-marionettenya dengan mengikuti alunan musik yang sayup-sayup terdengar di antara bising kendaraan.

Selama tiga tahun belakangan, pria asal Ciburuy, Padalarang tersebut terus melangsungkan aksinya untuk menghibur para pengguna jalan yang lewat.

Dalam sehari Abah Muchtar bisa mendapatkan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Namun uang tersebut harus ia bagi juga untuk keperluan biaya sewa rumah hingga kebutuhan sekolah sang anak.

Dahulu uang tersebut sedikit demi sedikit beliau sisihkan juga demi pengobatan almarhum sang istri yang selalu mendampinginya.

Pernah Terusir di Jakarta

Dalam wawancaranya di salah satu stasiun televisi swasta, Abah Muchtar mengungkapkan jika dahulu dirinya memproduksi marionette kecil dan ia juga melakukan pertunjukan di Kota Tua Jakarta.

Namun ia terpaksa pindah ke Jalan Raya Ciburuy, Padalarang lantaran tidak diizinkan mengamen di kawasan tersebut. Saat itu dirinya menjual boneka-boneka marionette dibantu sang anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Saat ini pria berjanggut putih tersebut masih setia mengamen, dengan ditemani boneka-boneka kesayangannya tersebut guna terus memenuhi biaya hidup dirinya dan keluarganya.

Rekomendasi