6 Cara Beternak Ayam Petelur yang Mudah dan Menguntungkan, Cocok untuk Pemula

Salah satu usaha peternakan yang ditekuni banyak orang dan menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit adalah berternak ayam petelur. Hal ini tak lain karena semakin meningkatnya permintaan telur seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
6 Cara Beternak Ayam Petelur yang Mudah dan Menguntungkan, Cocok untuk Pemula
Ilustrasi ayam. ©2012 Merdeka.com

Salah satu usaha peternakan yang ditekuni banyak orang dan menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit adalah beternak ayam petelur. Hal ini tak lain karena semakin meningkatnya permintaan telur seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat.

Ayam ras petelur dapat menghasilkan telur antara 250-280 butir per tahun, bahkan untuk jenis Leghorn dapat mencapai 284-300 butir per tahun. Ayam petelur mulai berproduksi pada saat umur 5 bulan dan akan terus menghasilkan telur sampai dengan umur 10-12 tahun. Pada umumnya produksi telur pada tahun-tahun berikutnya cenderung akan terus menurun.

Sebelum kamu memulai usaha ayam petelur pastikan kamu mencari sebanyak mungkin informasi mengenai usaha ternak tersebut. Mulai dari jenis ayam yang dipilih, kondisi kandang dan jenis makanan yang dibutuhkan.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko kerugian. Jika kamu termasuk pemula dalam usaha ini, maka simak informasi berikut ini mengenai 6 cara beternak ayam petelur yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan forclime.org pada Kamis, (10/9/2020).

1. Membuat Business Plan

Cara beternak ayam petelur yang pertama adalah membuat business plan. Mengapa hal ini diperlukan? Hal ini diperlukan agar risiko yang akan dihadapi bisa diminimalisir. Kamu bisa mencari berbagai informasi dan referensi dari berbagai sumber mengenai informasi tentang bisnis ternak ayam petelur ini. Mulai dari modal dan bagaimana cara memasarkan telur ayam tersebut, serta skala dari bisnis yang akan kamu buat ini. Dengan begitu, akan membantu kamu dalam melakukan pemantauan dari perkembangan bisnis ternak ayam petelur tersebut.

2. Siapkan Lokasi dan Tentukan Jenis Kandang

Cara beternak ayam petelur berikutnya adalah memilih lokasi yang tepat untuk dijadikan kandang. Bisa dibilang tempat merupakan pondasi utama yang tidak boleh sampai terlewatkan dan harus benar-benar diperhitungkan.

Sebab, ternak ayam sangat berisiko menimbulkan bau yang tidak sedap akibat kotoran dari hewan tersebut. Selain faktor bau kotoran dari ayam, risiko penularan penyakit ke manusia juga cukup besar, contohnya flu burung.

Maka untuk mencegah hal tersebut sebaiknya pilih lokasi kandang yang jauh dari pemukiman warga. Dari faktor lainnya, yaitu kemungkinan ayam akan stres ketika kondisi dari lingkungan kandangnya terlalu berisik.

Jika tahap pertama di atas sudah terpenuhi, maka selanjutnya kamu perlu menentukan jenis kendang yang akan digunakan. Umumnya terdapat dua jenis kendang ayam, yaitu umparan atau koloni dan jenis baterai. Berikut pengertian kedua jenis kendang tersebut:

a. Kandang Umparan atau Koloni
Jenis kandang ini sangat memungkinkan peternak memasukkan semua ayam bercampur dalam 1 kandang. Sehingga ukuran kandang ini biasanya cukup besar. Memang, biasanya model ini digunakan sebagai kendang untuk ternak ayam pedaging. Namun, karena strukturnya sederhana, kadang jenis kendang ini juga dipakai sebagai kandang ayam petelur.

b. Kandang Baterai
Sebenarnya, jenis kendang ini justru lebih cocok untuk ternak ayam petelur terutama jika bagi pemula. Penggunaan jenis kandang baterai akan memudahkan dalam pengumpulan telur. Namun jika jumlah ayam terlalu banyak, maka menggunakan kandang ini kurang efisien dari ukuran kandang, dan bisa saja menuntut penggunaan lokasi yang lebih besar.

3. Pilih Bibit Unggul

Setelah menentukan lokasi kandang dan memilih jenis kandang untuk usaha beternak ayam petelur, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan sebagai cara beternak ayam petelur adalah memilih bibit unggul. Ada 2 jenis bibit ayam yang dikembangkan di Indonesia, yaitu ayam petelur putih dan cokelat.

Biasanya, ayam petelur putih memiliki bulu berwarna putih dan telurnya berwarna putih kecoklatan. Biasanya, jenis ayam petelur ini memiliki berat saat dewasa sekitar 1,7 kg.

Sedangkan ayam petelur cokelat memiliki warna bulu cokelat, begitu juga dengan warna telurnya. Biasanya, ketika sudah dewasa ayam petelur cokelat memiliki bobot hampir 2,1 kg.

Selain dari jenis bibit yang akan dipilih, kondisi bibit ayam petelur juga penting untuk diperhatikan kesehatannya. Pastikan bibit yang kamu pilih tidak cacat serta bulunya juga harus menutup rata. Tidak sampai disitu saja, bibit ayam tersebut harus punya pertumbuhan normal, dan pastikan kamu membeli di penjual bibit terbaik dan terpercaya.

4. Pemberian Makan

Ayam biasanya diberikan berbagai jenis makanan seperti, sentrat, tepung ikan, jagung yang sudah digiling, dan juga dedak. Semua makanan tersebut memiliki kelebihan dan fungsinya masing-masing.

Hal paling penting, makanan untuk ayam harus memiliki unsur protein, karbohidrat, kalsium, mineral serta vitamin yang tinggi. Sedangkan untuk minumnya kamu bisa memberikan minum berupa campuran gula dengan obat anti stres. Pemberian obat tersebut agar ayam tenang dan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

5. Jaga Kebersihan Kandang

Cara beternak ayam petelur selanjutnya adalah menjaga kebersihan kandang. Hal ini sangat penting mengingat kebersihan dari kandang ini akan memengaruhi kesehatan dari ayam-ayam ternak tersebut.

Selain itu, jika kandang tidak terjaga kebersihannya, maka berpotensi membawa bibit penyakit dan bau tidak sedap. Mungkin ada juga yang menyiasatinya dengan membangun kandang di atas ikan lele. Namun, kondisi kolam ikan yang kotor bisa menjadi penyebab adanya nyamuk yang berbahaya bagi ayam.

6. Vaksinasi

Selain menjaga kebersihan kandang, cara beternak ayam petelur berikutnya dengan melakukan vaksinasi yang merupakan cara agar nutrisi serta vitamin untuk ayam dapat tetap terjaga. Vaksin juga membantu ayam agar memiliki daya tahan tubuh yang baik. Biasanya, vaksin ini diberikan dengan cara mencampurkan pada makanannya langsung. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan cek kesehatan ayam secara rutin.

Rekomendasi