Memperhatikan kebersihan diri terutama dengan rajin mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas merupakan salah satu cara mengurangi risiko mengalami keracunan makanan. Tangan yang tidak bersih dapat menjadi perantara makanan yang kita hendak makan menjadi terkontaminasi bakteri.
Selain memperhatikan kebersihan tangan, yang perlu kita lakukan untuk mencegah keracunan makanan adalah dengan memperhatikan kebersihan makanan itu sendiri dan memastikan kalau makanan yang akan kita konsumsi adalah makanan yang masih aman alias tidak kedaluwarsa.
Keracunan makanan yang disebabkan oleh makanan kedaluwarsa tidak boleh dianggap sepele, mengingat keracunan makanan juga dapat mengancam nyawa. Ada banyak gejala yang dikeluhkan orang yang mengalami keracunan beberapa di antaranya seperti sakit perut, mual dan muntah. Selain ketiga gejala tersebut masih ada lainnya yang perlu kamu tahu agar dapat mengatasinya dengan cepat.
Berikut ini informasi mengenai gejala keracunan makanan yang perlu diwaspadai, perhatikan penyebabnya telah dirangkum:
Advertisement
1. Sakit Perut
Gejala keracunan makanan yang pertama dan paling sering dirasakan adalah sakit perut disertai kram. organisme berbahaya dapat menghasilkan racun yang mengiritasi lapisan lambung dan usus. Hal ini dapat menyebabkan radang menyakitkan di perut. Gejala keracunan makanan juga bisa meliputi kram dan kembung. Kram dan kembung pada perut akibat keracunan akan datang sebelum diare.
2. Diare
Diare bisa dibilang merupakan gejala khas keracunan makanan. Ini terjadi karena peradangan membuat usus kurang efektif menyerap kembali air dan cairan lain yang dikeluarkannya selama pencernaan. Karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada biasanya, tubuh berisiko mengalami dehidrasi. Karena itu, penting untuk tetap minum cairan agar tetap terhidrasi.
Advertisement
Mual yang berhubungan dengan keracunan makanan biasanya terjadi antara satu dan delapan jam setelah makan. Ini merupakan sinyal peringatan untuk memberi tahu tubuh bahwa ia telah menelan sesuatu yang berpotensi membahayakan.
4. Muntah
Selain mual gejala keracunan makanan lainnya adalah muntah. Gejala ini paling umum terjadi. Pada saat otot-otot perut dan diafragma berkontraksi dengan kuat, hal itu dapat memaksa atau membuat kita secara tidak sadar mengeluarkan isi perut.
Reaksi ini merupakan mekanisme perlindungan yang terjadi ketika tubuh mencoba menyingkirkan organisme atau racun berbahaya. Muntah yang berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi.
Advertisement
Gejala keracunan makanan selanjutnya adalah demam. Bisa dibilang demam terjadi sebagai bagian dari pertahanan alami tubuh melawan infeksi. Zat penghasil demam yang disebut pirogen memicu kenaikan suhu.
Zat ini dilepaskan baik oleh sistem kekebalan tubuh. Peningkatan suhu ini dapat meningkatkan aktivitas sel darah putih yang membantu melawan infeksi. Panas dalam tubuh bisa menghambat perkembangan bakteri atau virus.
6. Sakit Kepala
Gejala keracunan makanan berikutnya adalah sakit kepala. Ini bisa disebabkan oleh dehidrasi akibat diare yang berlangsung. Dehidrasi dapat secara langsung memengaruhi otak. Kondisi ini bisa menyebabkan otak kehilangan cairan dan menyusut sementara.
7. Kelelahan
Rasa lemah dan kelelahan merupakan salah satu gejala keracunan makanan yang patut diwaspadai. Gejala-gejala ini terjadi karena pelepasan kurir kimia yang disebut sitokin. Lelah juga bisa diakibatkan oleh dehidrasi karena diare.
Advertisement
Keracunan makanan terjadi karena makanan terkontaminasi bakteri atau virus seperti salmonella yang sering kali ditemukan pada telur mentah atau telur setengah matang, sering juga ditemukan pada daging, unggas atau sayur yang tidak dimasak yang sebelumnya terkontaminasi. Selain itu ada pula bakteri listeria yang kerap kali ditemukan pada makanan siap saji yang didinginkan seperti sosis atau keju maupun yoghurt.
Keracunan makanan juga sangat mungkin disebabkan karena makanan tersebut sudah melewati batas kelayakan untuk dikonsumsi atau telah kedaluwarsa. Maka dari sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi suatu makanan terlebih dulu memperhatikan tanggal kedaluwarsanya.
Jika mendekati lebih baik tidak mengonsumsinya. Selain itu tetap selalu jaga kebersihan peralatan makan, atau bahan-bahan makanan yang hendak dikonsumsi. Biasakan untuk selalu cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan.