6 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Haid Secara Alami, Mudah dan Aman Dilakukan

Kram perut menjadi sesuatu yang akrab degan perempuan pada saat haid, hampir semua perempuan merasakannya. Hal ini tentu saja bukan saja sakit tapi juga menyulitkan perempuan dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Novi Fuji Astuti
Oleh Novi Fuji Astuti - Reporter
6 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Haid Secara Alami, Mudah dan Aman Dilakukan
Ilustrasi sakit perut. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Piotr Marcinski

Kram perut menjadi sesuatu yang akrab degan perempuan pada saat haid. Bahkan hampir semua perempuan merasakannya. Bukan hanya sakit, tetapi juga menyulitkan perempuan dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Sebenarnya kram perut terjadi karena tubuh mengalami perubahan saat menstruasi. Selama periode ini, kontraksi dinding rahim menjadi lebih kuat dari pada biasanya. Kontraksi ini terjadi agar lapisan rahim bisa mengalirkan darah menstruasi.

Pada saat dinding rahim berkontraksi, maka sama artinya rahim juga akan menekan pembuluh darah yang melapisi rahim, sehingga hal itu bisa memutus aliran darah yang sedang mengantarkan oksigen ke rahim. Putusnya aliran darah tentu saja dapat menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam rahim yang membuat jaringan yang ada di rahim mulai memproduksi zat progtaglandin yang memicu rasa sakit saat haid.

Beberapa orang biasanya harus mengonsumsi obat pereda nyeri atau obat lainnya yang dianjurkan oleh dokter. Namun, bila kamu enggan menempuh langkah tersebut, tidak perlu khawatir karena masih banyak cara yang bisa kamu gunakan untuk meredakan kram perut saat haid salah satunya bisa dengan cara yang alami dan aman.

Berikut 6 cara mengatasi kram perut saat haid secara alami yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan berbagai sumber lainnya pada Minggu, (31/5/2020).

1. Hindari Makanan Tertentu

Cara mengatasi kram perut saat haid secara alami yang pertama dengan menghindari makanan tertentu yang dapat menyebabkan kembung dan retensi air. Beberapa makanan tersebut meliputi makanan berlemak jenuh, alkohol, minuman berkarbonasi, kafein dan makanan asin. Cobalah menenangkan perut dengan jahe, teh mint atau air panas yang dibumbui dengan lemon.

Jika kamu membutuhkan gula, camilan buah-buahan seperti stroberi atau raspberry bisa jadi pilihan. Menurut sebuah penelitian tahun 2000, makanan vegetarian yang rendah lemak dapat membantu mengurangi gejala nyeri haid dan sindrom pramenstruasi (PMS).

2. Lakukan Olahraga Ringan

Olahraga berat mungkin tidak bermanfaat jika seseorang kesakitan, tetapi peregangan ringan, berjalan-jalan, atau melakukan yoga dapat membantu. Olahraga juga melepaskan endorfin, yang merupakan penghilang rasa sakit alami.

Sebuah studi Taiwan menemukan bahwa 12 minggu kelas yoga dua kali seminggu mengurangi kram menstruasi pada peserta studi. Menurut sebuah studi lainnya, latihan aerobik intensitas rendah hingga sedang dapat membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh kram menstruasi.

Dalam studi ini, para ilmuwan menemukan bahwa wanita yang melakukan latihan aerobik 30 menit tiga hari seminggu, selama delapan minggu, menunjukkan pengurangan yang signifikan pada kram periode.

3. Konsumsi Herbal

Selain melakukan olahraga ringan, cara mengatasi kram perut saat haid secara alami lainnya dengan mengonsumsi bahan herbal mengandung senyawa anti-inflamasi dan antispasmodik yang diyakini para ahli dapat mengurangi kontraksi otot dan pembengkakan yang terkait dengan nyeri haid.

Herbal dalam hal ini seperti jahe, kunyit, kayu manis, adas, dan chamomile. Sebuah tinjauan studi tahun 2012 melaporkan teh chamomile meningkatkan kadar glisin dalam urine yang membantu meredakan kejang otot. Glycine juga bertindak sebagai pereda saraf.

4. Kompres Air Panas

Bisa dibilang ini merupakan cara yang paling sering digunakan saat kram perut melanda yaitu dengan menerapkan panas ke perut dan punggung bagian bawah dapat menghilangkan rasa sakit. Sebuah studi pada 2012 berfokus pada 147 wanita berusia 18 hingga 30 tahun yang memiliki siklus menstruasi teratur menemukan bahwa kompres panas pada suhu 40° C sama efektifnya dengan ibuprofen.

Masukkan air panas ke botol atau bantal pemanas. Jika kamu tidak memiliki botol air panas atau bantal pemanas, mandi air hangat atau gunakan handuk panas. Menempatkan botol air panas atau bantal pemanas di perut dapat mengendurkan otot dan meredakan kram. Panas membantu otot rahim dan orang-orang di sekitarnya rileks, yang dapat meredakan kram dan ketidaknyamanan.

5. Minyak Esensial

Sebuah studi 2013 membandingkan pereda nyeri haid dengan pijat perut pada dua kelompok siswa perempuan. Satu kelompok mendapatkan pijatan yang hanya menggunakan minyak almond, sedangkan kelompok lain mendapatkan pijatan menggunakan campuran minyak esensial yang terdiri dari kayu manis, cengkeh, lavender, dan mawar dalam basis minyak almond.

Para peneliti menemukan bahwa kelompok yang menggunakan minyak esensial merasa lebih lega dari kram menstruasi daripada kelompok yang hanya menggunakan minyak biasa. Kamu dapat mencoba menambahkan beberapa tetes setidaknya satu dari minyak esensial ini ke minyak utama untuk memijat sendiri perut secara efektif.

6. Banyak Minum Air Putih

Menurut para ahli, wanita lebih mungkin mengalami kram perut selama menstruasi jika mengalami dehidrasi. Usahakan untuk minum delapan gelas 8 air putih per hari. Anda akan membutuhkan lebih banyak jika cuaca panas, berolahraga, merasa haus.

Minum air putih dapat menjaga tubuh dari menahan air dan membantu menghindari kembung yang menyakitkan selama menstruasi. Air putih hangat atau panas biasanya lebih baik untuk kram, karena cairan panas meningkatkan aliran darah ke kulit dan dapat mengendurkan otot yang kram. Kamu juga bisa mengonsumsi makanan berbasis air untuk meningkatkan hidrasi seperti buah-buahan.

Rekomendasi