Mengenal Letda Ajeng, Pilot Pesawat Tempur Wanita Pertama TNI AU

Untuk pertama kalinya TNI AU memiliki perwira wanita yang menjabat sebagai penerbang pesawat tempur. Sosok itu yakni Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti.

Andriana Faliha
Oleh Andriana Faliha - Reporter
Mengenal Letda Ajeng, Pilot Pesawat Tempur Wanita Pertama TNI AU
Letda Ajeng Penerbang Tempur Wanita Pertama TNI AU. ©2020 Merdeka.com

Sejarah baru lahir di TNI Angkatan Udara. Untuk pertama kalinya TNI AU memiliki perwira wanita yang menjabat sebagai penerbang pesawat tempur. Sosok itu yakni Letda Pnb Ajeng Tresna Dwi Wijayanti.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna akan melantik dan menyematkan secara simbolis wing penerbang kepada Ajeng pada upacara Wisuda Siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke-97 atau Wingday di Auditorium IG Dewanto, Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/5/2020).

Sebanyak 42 perwira TNI AU yang lulus dalam Sekbang Angkatan ke-97 tersebut. Prosesi tersebut berlangsung secara sederhana di dua tempat. Yakni di Mabesau dan Wisma Adisutjipto Yogyakarta dan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku terkait pandemi virus corona (covid-19).

Untuk di Mabesau, Kasau akan menyematkan wing penerbang dan menyerahkan trofi kepada dua lulusan terbaik dan salah seorang perwakilan siswa dari TNI AD.

Sedangkan wisudawan lain tetap mengikuti rangkaian upacara ini dari Wisma Adisutjipto Yogyakarta dengan menggunakan sambungan video call.

Mencatatkan sejarah baru menjadi perempuan pertama di balik kemudi jet tempur. Alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 2018 ini akan memulai pengabdian di Skadron Udara 15 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi Magetan yang mengoperasikan pesawat tempur T50i Golden Eagle.

Ajeng merupakan perempuan kelahiran Jakarta, 25 September 1995. Ia merupakan putri dari seorang anggota TNI AU atas nama Kolonel Sus Prayitno, sementara ibunya adalah Wiwi Sundari.

Perempuan manis dengan tinggi badan sekitar 172 sentimeter ingin meneruskan jejak sang ayah.

Ajeng memiliki tekad yang bulat untuk menjadi fighter karena para instrukturnya selalu memberikan motivasi yang besar kepadanya setelah melihat kemampuan fisik, psikis, dan bakat terbangnya yang mumpuni.

Hal tersebut diungkapkan Ajeng saat melakukan wawancara jarak jauh bersama Kasubdispenum Dispenau dengan pada Minggu (17/5) sore kemarin.

"Saya hanya menjalani dengan serius dan menikmati semua tahapan latihan terbang hingga akhir. Para instruktur menyemangati saya agar bisa menjadi fighter dan sekarang hal tersebut terwujud." ungkap Ajeng.

Dalam wawancara tersebut, Ajeng juga mengungkapkan dirinya ingin menjadi menjadi pionir bagi juniornya kelak dan membuktikan bahwa wanita mampu menjadi seorang penerbang tempur TNI AU.

"Namun kini, Ajeng akan menjadi pionir bagi juniornya kelak bahwa kaum wanita juga mampu menjadi penerbang tempur TNI AU yang sama baiknya dengan penerbang tempur pria," tutup Yuris.

Rekomendasi