Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Proses Pembekuan Darah dalam Tubuh, Ketahui Gangguan yang Bisa Terjadi

Proses Pembekuan Darah dalam Tubuh, Ketahui Gangguan yang Bisa Terjadi Ilustrasi Darah. ©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com

Merdeka.com - Ketika Anda mengalami cidera atau mendapatkan luka, biasanya akan terjadi pendarahan. Pendarahan ini diakibatkan oleh pembuluh darah yang rusak. Kemudian jika diperhatikan lagi, pendarahan tersebut lama kelamaan akan berhenti dengan sendirinya.

Hal ini dikarenakan tubuh kita secara otomatis mengaktifkan upaya penyembuhan luka dengan proses pembekuan darah. Proses pembekuan darah ini merupakan proses di mana darah membentuk gumpalan (bekuan darah) untuk menutup dan memulihkan luka, serta menghentikan pendarahan.

Berikut ini, dilansir dari liputan6.com, fase-fase dalam proses pembekuan darah dan gangguan yang bisa terjadi.

Tiga Fase dalam Proses Pembekuan Darah

kecil

©www.wikihow.com

1. Fase pertama

Proses pembekuan darah pada fase pertama adalah pembekuan agregat pada trombosit sehingga dapat menghentikan proses pendarahan sementara.

Nantinya trombosit akan mengikat kolagen di tempat terjadinya luka di dalam pembuluh darah, dan juga nantinya diaktifkan oleh thrombin yang terbentuk di dalam kaskade saat peristiwa koagulasi pada tempat yang sama.

Pada saat pengaktifan ini, trombosit akan mengalami perubahan bentuk karena adanya efek dari zat fibrinogen dalam darah yang kemudian membuat trombosit menyumbat pembuluh darah yang robek tersebut.

2. Fase kedua

Pada fase selanjutnya dalam proses pembekuan darah adalah pembentukan jaring fibrin yang terikat dengan trombosit secara agregat. Hal ini akan membuat penyumbat yang lebih stabil lagi dibandingkan dengan sumbatan yang pertama.

3. Fase ketiga

Proses pembekuan darah selanjutnya yakni terjadi pelarutan baik secara pasial atau agregat pada hemastosis. Proses ini dilakukan oleh plasmin sehingga akan membuat penyumbatan menjadi lebih kuat lagi dibandingkan yang sudah terjadi sebelumnya.

Proses Pembekuan Darah

1. Pembentukan Aktivator Prothrombin

Proses pembekuan darah pertama yaitu dengan pembentukan aktivator prothombin. Pembentukan aktovator prothrombin ini terjadi pada saat trauma pada dinding pembuluh darah dan jaringan lain yang ada di dekat pembuluh darah. Kondisi inilah yang dinamakan dengan activator prothrombin.

Prothrombin sendiri merupakan salah satu senyawa globin yang bisa larut dan dihasilkan di dalam organ hati dengan bantuan dari vitamin K. Jika prothrombin belum aktif maka akan diaktifkan dengan menggunakan ion kalsium. Sedangkan protein lainnya, yaitu fibrinogen, adalah protein yang bisa larut di dalam plasma darah.

Activator prothrombin ini bisa terjadi dengan dua cara yaitu melalui jalur ekstrinsik, yaitu pada saat terjadi luka di dalam pembuluh darah, dan jalur intrinsic, yaitu terjadi di dalam sel darah itu sendiri.

a. Langkah Jalur Ektrinsik

Pada skema proses pembekuan darah melalui jalur ektrinsik ini, yang akan terjadi pertama kali adalah jaringan thromboplastin melakukan aktivasi kepada faktor Stuart.

Faktor ini dibentuk melalui lipoprotein dari berbagai faktor jaringan dan kemudian melakukan penggabungan diri dengan faktor VII yaitu proconvertin.

Jika sudah sampai dalam tahap ini, kemudian akan diaktifkan menjadi faktor X ketika sudah bertemu dengan ion calcium.

b. Langkah Jalur Instrinsik

Yang berperan dalam jalur intrinsik ini adalah faktor Hageman, yang merupakan penyimpanan stabil dan diaktifkan melalui kaca atau permukaan asing lainnya yang masuk ke dalam pembuluh darah.

Kemudian faktor Hageman ini mengaktifkan faktor lainnya yaitu thromboplastin yang akan saling berkombinasi menyumbat adanya pendarahan.

2. Perubahan Prothrombin Menjadi Thrombin

Proses pembekuan darah lainnya adalah perubahan prothrombin menjadi thrombin. Ketika prothrombin yang aktif sudah terbentuk, prothrombin ini bisa berubah menjadi thrombin jika bertemu dengan ion kalsium.

Namun perlu diketahui bahwa thrombin juga dalam prosesnya pembentukannya, bisa dibantu oleh trombosit. Ini dikarenakan banyaknya jumlah prothrombin yang melekat pada sel trombosit yang telah membentuk jaring-jaring rusak.

Pengikatan yang dilakukan oleh trombosit ini dapat mempercepat pembentukan thrombin sehingga proses pembekuan darah bisa dilakukan dengan cepat.

Prothrombin sendiri adalah protein di dalam darah yang sangat mudah rusak atau pecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih kecil. Salah satu diantara senyawa tersebut adalah thrombin. Pembentukan prothrombin ini juga sangat bergantung pada vitamin K.

Jika tubuh mengalami kekurangan asupan vitamin K, maka akan membuat pendarahan menjadi lebih mudah terjadi dan proses pembekuan darah akan menjadi sulit.

3. Perubahan Fibrinogen Menjadi Fibrin

Proses pembekuan darah selanjutnya adalah perubahan fibrinogen menjadi fibrin. Perubahan fibrinogen menjadi fibrin ini juga memerlukan bantuan dari prothrombin, dimana thrombin sendiri merupakan enzim yang bekerja terhadap fibrinogen dengan cara melepaskan 4 jenis molekulnya dan membentuk molekul fibrin yang berpolimerisasi dengan fibrin lainnya.

Kemudian kumpulan fibrin akan membentuk sebuah reticulum bekuan pada darah. Namun pada tahap awal ini, ikatan antar fibrin masih belum maksimal dan tidak kuat sehingga pada fase berikutnya diperlukan untuk membuat ikatan antar fibrin ini menjadi kuat dan stabil.

Fibrin yang sudah terpolimerisasi ini juga akan saling mengikat fibrin satu dengan fibrin lainnya, yang kemudian akan membuat jaringan fibrin yang lebih kuat dan stabil dalam bentuk tiga dimensi. Sehingga darah akan tersumbat dan pendarahan bisa langsung dihentikan.

Cara kerja dari jaring fibrin ini adalah dengan menangkap sel darah merah, plasma darah dan trombosit di dalamnya. Ketiga komponen tersebut pada akhirnya tidak bisa keluar dari jeratan tersebut dan pada saat itulah sel-sel darah yang tadi terperangkap akan mati.

Benang-benang dari fibrin ini juga akan melekat di dalam pembuluh darah sehingga membuat kebocoran pada pembuluh darah bisa dikurangi.

Gangguan pada Pembekuan Darah

ilustrasi luka iris

©Shutterstock.com/Dimitar Yalamov

Hemophilia

Penyakit hemophilia merupakan jenis penyakit yang berkaitan dengan proses pembekuan darah. Gangguan ini biasanya merupakan penyakit akibat faktor genetic.

Jika para penderita hemophilia ini mengalami pendarahan, maka darah yang keluar akan mengalami pembekuan dalam jangka waktu yang cukup lama, meskipun itu hanya berupa luka kecil.

Sebagian besar penderita hemophilia ini mengalami pendarahan yang terjadi di bawah kulit di mana jika terbentur sedikit saja akan mengalami memar dalam jangka panjang dan areanya bisa menyebar lebih luas.

Penderita hemophilia ini sangat berbahaya terutama jika terjadi pendarahan pada bagian tubuh yang vital seperti di otak, sendi, dan organ vital lainnya.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP