Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peristiwa 9 Oktober 1967: Eksekusi Mati Che Guevara, Sang Pejuang Revolusi

Peristiwa 9 Oktober 1967: Eksekusi Mati Che Guevara, Sang Pejuang Revolusi Che Guevara. istimewa ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Ernesto Rafael Guevara de la Serna, atau yang kita kenal dengan Che Guevara, adalah seorang revolusioner yang berperan penting dalam perebutan kekuasaan di Kuba. Dilansir dari history.com, Guevara lahir dari keluarga kaya di Argentina pada tahun 1928. Ia belajar kedokteran di Universitas Buenos Aires, dan kemudian mengambil cuti untuk berkeliling Amerika Selatan dengan sepeda motor. Dalam perjalanannya ini, ia menyaksikan kemiskinan dan penindasan yang terjadi di kelas bawah.

Setelah menerima gelar kedokteran pada tahun 1953, ia melanjutkan perjalanannya keliling Amerika Latin, dan terlibat dengan organisasi sayap kiri. Pada pertengahan 1950-an, Guevara bertemu dengan Fidel Castro dan kelompok revolusionernya yang diasingkan di Meksiko. Di sini, Guevara membantu Castro merebut kekuasaan dari diktator Kuba, Fulgencio Batista, pada tahun 1959 dan kemudian diangkat sebagai tangan kanan Castro dan menteri industri.

Guevara juga sangat menentang dominasi AS di daerah Amerika Latin dan menganjurkan revolusi berbasis petani untuk memerangi ketidakadilan sosial di negara-negara Dunia Ketiga. Castro kemudian menggambarkannya sebagai "seorang seniman perang revolusioner."

Namun, perjuangannya harus terhenti di tangan tentara Bolivia. Tepat pada tanggal 9 Oktober 1967, revolusioner sosialis dan pemimpin gerilya ini, yang saat itu berusia 39 tahun, dieksekusi mati oleh tentara Bolivia. Pasukan Bolivia yang didukung militer AS menangkap Guevara pada 8 Oktober saat memerangi kelompok gerilyawannya di Bolivia dan mengeksekusinya pada hari berikutnya.

Tangannya dipotong sebagai bukti kematian dan tubuhnya dimakamkan di kuburan tak bertanda. Pada tahun 1997, jenazah Guevara ditemukan dan dikirim kembali ke Kuba, di mana dia dimakamkan kembali dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Presiden Fidel Castro dan ribuan warga Kuba.

Membantu Revolusi Kuba

Ketika minat Guevara pada Marxisme tumbuh, ia memutuskan untuk meninggalkan dunia kedokteran, dan mulai percaya bahwa hanya revolusi yang dapat membawa keadilan bagi rakyat Amerika Selatan. Dilansir dari biography.com, ia melakukan perjalanan ke Guatemala di tahun 1953, di mana ia menyaksikan penggulingan pemerintah kiri yang didukung CIA, yang hanya memperdalam keyakinannya.

Pada tahun 1955, Guevara menikah dan tinggal di Meksiko, di mana ia bertemu dengan revolusioner Kuba Fidel Castro, yang sedang merencanakan penggulingan pemerintahan Fulgencio Batista. Dan selama beberapa tahun ke depan, Guevara akan dipercaya sebagai penasihat utama Castro dan memimpin pasukan gerilya dalam penyerangan terhadap rezim Batista.

che guevara

©Reuters

Pada Januari 1959, Castro mengambil alih Kuba dan menempatkan Guevara sebagai penanggung jawab penjara La Cabaña, di mana diperkirakan ratusan orang dieksekusi atas perintah ekstra-yudisial Guevara. Dia kemudian diangkat sebagai presiden bank nasional dan menteri industry, dan melakukan banyak hal untuk membantu transformasi negara itu menjadi negara komunis.

Pada awal 1960-an, Guevara juga bertindak sebagai duta besar untuk Kuba, berkeliling dunia untuk menjalin hubungan dengan negara lain, terutama Uni Soviet, dan merupakan pemain kunci selama invasi Teluk Babi dan Krisis Rudal Kuba. Dia juga menulis manual tentang perang gerilya, dan pada tahun 1964 menyampaikan pidato di PBB di mana dia mengutuk kebijakan luar negeri AS dan apartheid di Afrika Selatan.

Kematian Guevara

Pada tahun 1965, dengan ekonomi Kuba yang berantakan, Guevara meninggalkan jabatannya untuk mengekspor ideologi revolusionernya ke bagian dunia lain. Dia melakukan perjalanan pertama ke Kongo untuk melatih pasukan dalam perang gerilya untuk mendukung sebuah revolusi di sana, tetapi kemudian pergi di akhir tahun ketika revolusi di sana gagal.

berjalan melewati lukisan pahlawan revolusioner che guevara di havana

REUTERS/Ueslei Marcelino

Setelah kembali sebentar ke Kuba, Guevara berangkat ke Bolivia pada tahun 1966 dengan pasukan pemberontak kecil untuk menghasut revolusi di sana. Dia ditangkap oleh tentara Bolivia dan dibunuh di La Higuera pada 9 Oktober 1967.

Sejak kematiannya, Guevara telah menjadi tokoh politik legendaris. Namanya sering disamakan dengan pemberontak, revolusi dan sosialisme. Namun, yang lainnya mengingat Guevara sebagai sosok kejam dan memerintahkan tahanan dieksekusi tanpa pengadilan di Kuba. Tapi bagaimanapun, nama Guevara akan terus dikenang sebagai seorang pejuang revolusi.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP