Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peristiwa 7 Maret: Meninggalnya Aristoteles, Sang Bapak Ilmu Pengetahuan

Peristiwa 7 Maret: Meninggalnya Aristoteles, Sang Bapak Ilmu Pengetahuan Ilustrasi patung Aristoteles. © Greatcourses.com

Merdeka.com - Aristoteles merupakan salah seorang filsuf klasik, dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh pada pemikiran Barat dan pemikiran keagamaan lain pada umumnya. Ia pun dikenal sebagai Bapak Ilmu Pengetahuan.

Meski telah lama meninggal pada 7 Maret 322 SM yang mana kurang lebih 25 abad lamanya namu nama Aristoteles tetap dikenal di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Hal tersebut tak lain karena pemikirannya yang luar biasa cemerlang.

Aristoteles adalah murid dari Plato sekaligus guru dari Alexander Agung. Ia banyak menulis berbagai macam disiplin ilmu, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi dan zoologi.

Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat. Lebih jauh berikut ini informasi mengenai kehidupan Aristoteles hingga ia meninggal telah dirangkum merdeka.com melalui stafnew.uny.ac.id pada Minggu, (6/03/2022).

Biografi Aristoteles

Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Macedonia tengah tahun 384 SM. Ayahnya yang benama Nicomacus adalah seorang tabib pribadi Raja Amyntas III dari Macedonia. Ayahnya meninggal ketika Aristoteles berusia 15 tahun. Karena itu, ia kemudian di asuh oleh pamannya yang bernama Proxenus. Pada usia 17 tahun, Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato dan menjadi murid Plato.

Kemudian ia diangkat menjadi seorang guru selama 20 tahun di akademi tersebut. Di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis. Aristoteles merupakan orang pertama di dunia yang dapat membuktikan bahwa bumi bulat. Pembuktian yang dilakukannya dengan jalan melihat gerhana. Sepuluh jenis kata yang dikenal orang saat ini dengan kata benda, kata sifat, kata benda dan sebagainya, merupakan pembagian kata menurut pemikirannya.

Dengan meninggalnya Plato pada tahun 347 SM, Aristoteles meninggalkan Athena dan mengembara selama 12 tahun. Dalam jenjang waktu itu ia mendirikan akademi di Assus dan menikah dengan Phytias yang tak lama kemudian meninggal. Ia lalu menikah lagi denga Herpyllis yang kemudian memberikan ia seorang anak laki-laki yang akhirnya ia beri nama Nicomacus seperti ayahnya. Pada tahun-tahun berikutnya ia juga mendirikan akademi di Mytilele. Saat itulah ia sempat menjadi guru Alexander Agung selama tiga tahun.

Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta kerajaan, Aristoteles kembali ke Athena dan mendirikan semacam akademi di Lyceum. Di sinilah selama 12 tahun ia memberikan kuliah, berpikir, mengadakan riset dan experimen serta membuat catatan-catatan dengan tekun dan cermat.

Pemikiran Aristoteles

Salah satu pemikiran Aristoteles yang cukup populer adalah mengenai filsafat ilmu yang menurutnya adalah sebab dan asas segala benda. Filsafat ilmu merupakan ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmuilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika.

Oleh karena itu, ia menamakan filsafat sebagai Theologi. Filsafat sebagai refleksi dari pemikiran sistematis manusia atas realitas dan sekitarnya, tidak berdiri sendiri dan tidak tumbuh di tempat atau ruang yang kosong.

Lingkungan keluarga, sosial alam dan potensi diri akan ikut mempengaruhi seseorang dalam melakukan refleksi filosofis. Oleh karenanya, dalam sejarah pemikiran manusia terdapat tokoh pemikir ataupun filosof yang selalu saja muncul dari zaman ke zaman dengan tema yang berbeda-beda.

Meninggalnya Aristoteles

Aristoteles dilaporkan meninggal pada tahun 322 sebelum masehi (SM). Ia wafat dalam usia 61 tahun.

Aristoteles diketahui menulis banyak subjek berbeda, seperti fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi, dan zoologi. Bersama dengan Socrates dan Plato, Aristoteles dianggap menjadi satu dari tiga filsuf paling berpengaruh di pemikiran Barat.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP