Peristiwa 20 Agustus 2003: Sejarah Pembangunan Jembatan Suramadu
Merdeka.com - Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Surabaya-Madura dengan panjang mencapai 5.438 meter. Suramadu menjadi landmark bagi Indonesia khususnya Surabaya.
Selain itu, pembangunan jembatan Suramadu juga merupakan salah satu upaya untuk mendorong percepatan pengembangan sosial ekonomi wilayah Pulau Madura. Di mana harapannya dapat meningkatkan kegiatan ekonomi, distribusi barang dan jasa serta kegiatan pariwisata.
Sejarah pembangunan jembatan Suramadu bermula dari ide Prof. Sedyatmo pada tahun 1960 dan baru dilaksanakan pada tahun 2003 yang disahkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003. Sedangkan pembukaannya disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.
Berikut informasi lengkap mengenai peristiwa 20 Agustus 2003 yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan media.neliti.com pada Kamis, (19/08/2021).
Sejarah Pembangunan Jembatan Suramadu
Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu dari enam provinsi yang berada di Pulau Jawa. Provinsi Jawa Timur adalah pusat penting di Indonesia. Ibu kota provinsi Jawa Timur adalah Kota Surabaya.
Sementara Pulau Madura merupakan salah satu wilayah yang secara geografis terpisah dengan kota Surabaya. Hal ini menyebabkan Kabupaten Madura sering disebut Pulau Madura.
Secara administratif Pulau Madura tergabung dalam 33 pemerintahan provinsi Jawa Timur. Oleh karenanya dibutuhkan infrastruktur pendukung kegiatan wilayah tersebut.
Dalam hal ini pembangunan jembatan Suramadu memiliki peran sangat strategis di Pulau Madura, yakni untuk meningkatkan kegiatan ekonomi, distribusi barang dan jasa serta kegiatan pariwisata.
Pulau Madura yang menjadi bagian dari wilayah propinsi Jawa Timur terbilang mengalami kondisi yang kurang menguntungkan di mana pertumbuhan ekonomi lambat dan income per kapita tertinggal. Pergerakan jalur transportasi juga terhambat sehingga pembangunan jembatan Suramadu menjadi salah satu pembangunan yang penting pada saat itu.
Tepat hari ini 18 tahun lalu pada 20 Agustus 2003, pembangunan jembatan Suramadu telah dimulai. Presiden RI kala itu, Megawati Sukarnoputri meresmikan langsung pemasangan tiang pancang jembatan Suramadu di Tambak Wedi Surabaya.
Dalam acara tersebut turut hadir mendiang Taufik Kiemas, Kapolri Da'i Bachtiar, Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah pada saat itu Soenarno juga turut hadir mendampingi.
Peresmian Penggunaan Jembatan Suramadu
Proses pembangunan jembatan Suramadu cukup lama, yakni kurang lebih selama 6 tahun. Akhirnya pada 10 Juni 2009, Presiden Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan penggunaan jembatan Suramadu. Upacara peresmian tersebut berlangsung di Desa Sekar Bungo, Bangkalan, Madura.
Dengan beroperasinya jembatan Suramadu jarak tempuh Surabaya ke Bangkalan, Madura yang semula membutuhkan waktu 30 menit menggunakan kapal fery, kini hanya butuh waktu 10 menit. Dalam peresmian tersebut, SBY juga turut membentuk Dewan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura.
Hal ini dilakukan sebagai upaya tindak lanjut dari pembangunan jembatan Suramadu. Tujuannya untuk mengembangkan infrastruktur yang ada di wilayah Madura. Sebab, wilayah Madura selama ini dianggap sebagai wilayah paling tertinggal jika dibandingkan wilayah lainnya di Jawa Timur.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya