Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni, Begini Sejarahnya

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni, Begini Sejarahnya AHY dan Ridwan Kamil. ©2021 Merdeka.com/aksara bebey

Merdeka.com - Sebagai manusia yang tinggal berdampingan dengan alam, sudah kewajiban kita untuk menjaga dan merawat lingkungan sekitar. Karena disadari atau tidak, lingkungan berperan vital dalam keberlangsungan hidup manusia.

Lingkungan yang sehat akan memberi dampak yang positif untuk manusia, sementara lingkungan yang tidak sehat tentu akan berdampak buruk bagi manusia. Oleh karena itu, tak mengherankan jika banyak organisasi dan gerakan yang mendorong perbaikan lingkungan.

Berbicara tentang lingkungan hidup, tahukah Anda bahwa ada tanggal yang khusus untuk memperingati hari lingkungan hidup sedunia?

5 Juni menjadi tanggal yang khusus untuk memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Hari lingkungan hidup sedunia ini diperingati oleh seluruh dunia, dan menjadi platform untuk meningkatkan kesadaran terhadap masalah-masalah yang dihadapi lingkungan.

Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah salah satu event tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya alam. Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun 1972, yang merupakan hari pertama Konferensi Stockholm tentang lingkungan manusia.

Dikutip dari prcfindonesia.org, awal mula lahirnya hari peringatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan pada saat itu. Kondisi lingkungan pada masa itu memang sangat memprihatinkan dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Salah satunya adalah wabah penyakit Minamata yang menyerang negara Jepang. Minamata sendiri merupakan sindrom yang dapat merusak fungsi saraf.

Pada tahun 1974, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati untuk pertama kalinya dengan mengusung slogan 'Only One Earth' di Amerika Serikat. Sejak itu, berbagai negara tuan rumah telah merayakannya.

Pada tahun-tahun berikutnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni ini telah berkembang sebagai platform untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah yang dihadapi lingkungan, seperti polusi udara, polusi plastik, perdagangan satwa liar ilegal, konsumsi berkelanjutan, kenaikan permukaan laut, dan ketahanan pangan. Selanjutnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga membantu mendorong perubahan pola konsumsi dan kebijakan lingkungan nasional dan internasional.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021

Dilansir dari genevaenvironmentnetwork.org, perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia akan diadakan pada 4-5 Juni melalui Gala Peluncuran Virtual dengan tema Restorasi Ekosistem di negara tuan rumah, Pakistan.

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 yang diusung adalah “Restorasi Ekosistem” dan akan melihat peluncuran Dekade PBB tentang Restorasi Ekosistem. Restorasi ekosistem dapat mengambil banyak bentuk, di antaranya menanam pohon, menghijaukan kota, membangun kembali kebun, mengubah pola makan atau membersihkan sungai dan pantai.

Restorasi Ekosistem

Restorasi ekosistem berarti membantu pemulihan ekosistem yang telah rusak, serta melestarikan ekosistem yang masih utuh. Ekosistem yang lebih sehat, dengan keanekaragaman hayati yang lebih kaya, menghasilkan manfaat yang lebih besar seperti tanah yang lebih subur, hasil kayu dan ikan yang lebih besar, dan simpanan gas rumah kaca yang lebih besar.

Restorasi dapat terjadi dalam banyak cara, misalnya melalui penanaman aktif atau dengan menghilangkan tekanan sehingga alam dapat pulih dengan sendirinya, dan tidak selalu bertujuan untuk mengembalikan ekosistem ke keadaan semula. Kita masih membutuhkan lahan pertanian dan infrastruktur di lahan yang dulunya hutan, misalnya, dan ekosistem, seperti masyarakat, perlu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Semua jenis ekosistem dapat dipulihkan, termasuk hutan, lahan pertanian, kota, lahan basah, dan lautan. Inisiatif restorasi dapat diluncurkan oleh hampir semua orang, mulai dari pemerintah dan lembaga pembangunan hingga bisnis, komunitas, dan individu. Hal itu karena penyebab degradasi sangat banyak dan beragam, serta dapat berdampak pada skala yang berbeda.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP