Penyebab Kreatinin Tinggi yang Wajib Diwaspadai, Berikut Cara Mengatasinya

Sabtu, 19 September 2020 19:15 Reporter : Novi Fuji Astuti
Penyebab Kreatinin Tinggi yang Wajib Diwaspadai, Berikut Cara Mengatasinya Ilustrasi ginjal. Shutterstock/Spectral-Design

Merdeka.com - Kreatinin merupakan produk akhir dari metabolimse keratin otot kreatinin fosfat (protein), disintesa dalam hati, ditemukan dalam otot rangka dan darah yang direaksikan oleh ginjal ke dalam turin.

Jumlah kreatinin sendiri tidak selalu seimbang, maka dari itu perlu dilakukan uji kreatinin untuk menilai berapa jumlahnya dalam darah. Jumlah kreatinin yang dikeluarkan seseorang setiap harinya lebih bergantung pada massa otot total daripada aktivitas otot, atau tingkat metabolisme protein. Meskipun keduanya juga sama-sama menimbulkan efek.

Sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui urine, kretin terlebih dahulu harus disaring oleh ginjal, Namun, ginjal tidak selalu dalam kondisi priba untuk melaksanakan tugasnya. Jika hal ini terjadi, maka lama-lama kadar kreatinin bisa meningkat dan menumpuk dalam darah yang kemudian bisa memicu berbagai masalah dalam tubuh.

Hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya adalah dengan melakukan uji kreatinin agar kamu lekas mengetahui jumlah kreatinin dalam tubuh dan kenali pula penyebabnya agar kamu bisa melakukan penangan sedini mungkin. Berikut ini informasi mengenai penyebab kreatinin tinggi yang wajib diwaspadai, berikut cara mengatasinya:

Baca Selanjutnya: Penyebab Kadar Kreatinin Tinggi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini