Pasar di Garut Ini Unik, Warga Bisa Beli Bahan Pokok Tanpa Uang
Merdeka.com - Terdapat sebuah pasar unik yang berlokasi di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tempat ini menjadi berbeda lantaran transaksinya tidak menggunakan uang, seperti kebanyakan pasar lainnya. Berlokasi di Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, tempat belanja ini memiliki nama Pasar Bahagia.
Masyarakat bisa mendapatkan berbagai macam barang kebutuhan pokok di sini. Seperti sayuran, tempe, tahu hingga bahan makanan lainnya untuk kebutuhan sehari-hari.
Dikutip dari laman Pemkab Garut, Minggu (8/1), Pasar Bahagia didirikan oleh komunitas Yuk Peduli di Masjid Pemuda Ashabul Kahfi, sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat agar bisa mendapatkan bahan pangan sehat.
Menyediakan 11 Macam Kebutuhan Pokok

Pasar Bahagia di Garut ©2023 Dokumentasi Humas Pemkab Garut/ Merdeka.com
Di acara yang berlangsung pada Sabtu (7/1) pagi itu, Pasar Bahagia menyediakan sebelas jenis kebutuhan pokok salah satunya sayuran. Terdapat ragam sayur mayur yang dijual, seperti sawi hijau, kubis, wortel, waluh hingga sayuran kacang.
Semuanya dijual secara segar, dan dibungkus melalui plastik sehingga tetap terjaga. Masyarakat tampak antusias berbelanja di sana, karena tidak harus mengeluarkan uang.
"Ini kita sih khususkan untuk masyarakat Desa Cipicung, tapi alhamdulillah juga dengan spanduk yang kita pasang kemarin, juga banyak masyarakat umum yang datang dari Kecamatan Banyuresmi," ucap salah satu panitia Pasar Bahagia, Nurwan.
Bayar dengan Doa
Menurut Nurwan, masyarakat di sini memang tidak perlu mengeluarkan uang untuk berbelanja kebutuhan pokok di sini. Pasalnya, panitia memberlakukan pembayaran jual beli hanya menggunakan doa.
Pengunjung hanya perlu mencari kebutuhan pokok yang sedang ia perlukan untuk kebutuhan di hari itu. Kemudian, mereka membayarnya dengan membacakan doa-doa untuk kebaikan bersama.
Pihaknya sempat terkejut, walau digelar sejak pagi-pagi buta, pengunjung pasar melebihi target. Target awal, pihaknya memperkirakan hanya 200-an orang, namun semakin lama pengunjung semakin membludak hingga 300-an orang.
"Harapan kami mudah-mudahan Pasar Bahagia ini bisa terus berlanjut, jadi kami bisa terus menjaga senyum abadi para ibu-ibu jadi pas datang ke rumah bisa langsung masak enak, gak usah mikirin uangnya dari mana," imbuhnya.
Diiringi oleh Kegiatan Ibadah
Nurwan menambahkan jika Pasar Bahagia ini merupakan serangkaian kegiatan yang menyangkut aktivitas ibadah dari masyarakat setempat. Sebelum pasar dibuka, rangkaian ibadah seperti tahajud, membaca Alquran, dan salat Subuh berjemaah digelar.
Setelah itu, masyarakat bisa langsung memadati lokasi pasar, yang sudah penuh oleh lapak-lapak pedagang. Pasar Bahagia ini sudah terlaksana selama tiga kali.
"Sambil nunggu Shalat Subuh kita ajak juga tilawah, sekali tilawah itu satu juz, setelah itu Shalat Subuh berjamaah akbar ditutup dengan tausiyah akbar, baru setelah tutup semua rangkaian utamanya Pasar Bahagia," tandasnya
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman turut mengapresiasi kegiatan Pasar Bahagia ini.
"Pasar Bahagia itu ada pasar, kita bisa ngambil makanan, dan gratis. Itu (dibayarnya) cukup dengan berdoa, doanya boleh apa saja. Apapun (doa yang baik). Terimakasih Yuk Peduli sudah memberikan perhatian kepada masyarakat Kabupaten Garut dan memang hari ini masyarakat sangat membutuhkan dengan makanan-makanan, apalagi makanan sehat," tutur Wabup Garut.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya